InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Ratusan siswa SMK N 1 Teluk Bintuni mendapat edukasi penting mengenai HIV/AIDS pada Kamis (4/12). GOW Teluk Bintuni menyelenggarakan kegiatan ini bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Teluk Bintuni. Selain itu, kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang bahaya HIV serta cara pencegahannya.
Ketua GOW Teluk Bintuni, Nurdiana Lingara, mengatakan bahwa edukasi ini mampu membantu para siswa menghindari perilaku berisiko seperti pergaulan bebas. Ia juga mendorong siswa untuk tidak mendiskriminasi Orang dengan HIV (ODHIV). Selain itu, ia mengajak siswa menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pesan kesehatan di sekolah maupun keluarga.
“Kami dari GOW komitmen untuk terus hadir membimbing dan mendampingi adik-adik agar memiliki pengetahuan, keberanian, dan karakter untuk menentukan pilihan hidup sehat,” ujarnya.
Dalam materi sosialisasi tersebut, Penanggung Jawab PDP HIV/IMS RSUD Teluk Bintuni, dr. Merci Sikku, menjelaskan gejala, bahaya, serta mekanisme penularan HIV/AIDS. Ia menyebut bahwa jumlah kasus ODHIV di Kabupaten Teluk Bintuni kini telah melampaui 1.000 kasus. Karena itu, edukasi kepada kelompok remaja menjadi sangat penting untuk menekan laju penularan. Pesan khusus juga disampaikan kepada siswa agar lebih waspada dan tidak terlibat dalam perilaku berisiko.
Sosialisasi ini mendapat respons positif dari para siswa. Salah satu siswa kelas X, Cheny Gloria Trorba, mengaku mendapatkan banyak informasi baru tentang HIV/AIDS. Ia juga terkejut mengetahui bahwa terdapat 19 kasus baru HIV setiap bulan di Teluk Bintuni.
“Saya sangat senang karena bisa mempelajari tentang apa itu HIV/AIDS. Ke depan kita harus bisa menjauhi HIV karena itu berbahaya untuk masa depan kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, GOW bersama instansi kesehatan berharap dapat meningkatkan kesadaran remaja. Selain itu, mereka ingin memutus rantai penularan HIV serta menciptakan generasi muda Teluk Bintuni yang lebih sehat dan berpengetahuan. [Red]









