China Kecam Keras Rencana AS Jual Senjata ke Taiwan Senilai 11 Miliar Dolar AS

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (China) | Pemerintah China mengecam keras rencana terbaru Amerika Serikat (AS) untuk menjual senjata ke Taiwan. Nilai transaksi tersebut mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp183,9 triliun. Beijing menilai langkah itu melanggar kedaulatan China. Selain itu, tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas kawasan.

Amerika Serikat secara terang-terangan mengumumkan rencananya menjual senjata canggih dalam jumlah besar ke wilayah Taiwan di China. Kami dengan tegas menentang dan mengutuk tindakan ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/12).

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat menyatakan telah menyetujui potensi penjualan senjata dan peralatan terkait kepada Taiwan. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan militer China terhadap pulau tersebut. Paket tersebut mencakup delapan sistem persenjataan utama. Peralatan itu termasuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), rudal Javelin, dan 60 unit howitzer.

Baca Juga :  Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran

Defense Security Cooperation Agency (DSCA) menyebutkan penjualan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan diri Taiwan. Hal ini berguna dalam menghadapi ancaman saat ini maupun masa depan. Kementerian Pertahanan Taiwan mencatat total nilai usulan penjualan tersebut mencapai 11,1 miliar dolar AS.

Namun, China menilai langkah tersebut melanggar prinsip “Satu China” dan tiga komunike bersama China-AS. Guo Jiakun menegaskan bahwa penjualan senjata itu mengancam kedaulatan dan keamanan China. Selanjutnya, tindakan tersebut mengirim sinyal salah kepada kelompok separatis “kemerdekaan Taiwan”.

Upaya memajukan agenda kemerdekaan melalui pembangunan militer hanya akan mengubah Taiwan menjadi ‘kotak mesiu’ dan mendorong Selat Taiwan ke dalam bahaya konflik militer,” ujar Guo Jiakun.

Ia juga menegaskan bahwa upaya membendung China melalui isu Taiwan tidak akan pernah berhasil.

Baca Juga :  Prabowo Beri Penghargaan Bintang Jasa Utama kepada Bill Gates atas Dedikasi di Indonesia

Guo Jiakun menekankan bahwa isu Taiwan merupakan kepentingan inti China. Isu ini menjadi garis merah yang tidak boleh Washington langgar dalam hubungan bilateral. Maka, ia mendesak Amerika Serikat agar menghentikan pasokan senjata ke Taiwan. Ia meminta AS mematuhi komitmen internasional yang telah disepakati.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat atas keputusan tersebut. Penjualan ini menjadi yang terbesar sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada Januari lalu.

Publik berharap dialog dan diplomasi konstruktif dapat meredam ketegangan di Selat Taiwan. Dengan demikian, semua pihak dapat menahan diri untuk menghindari eskalasi militer. Upaya ini penting guna menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan demi kepentingan bersama. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 22 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!