InfoMatoa, (Jayapura) | Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen mendorong percepatan sistem retribusi daerah non-tunai di seluruh wilayahnya. Beliau mengajak para kepala daerah untuk segera beralih ke sistem pembayaran digital. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) saat ini.
“Dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai maka akan memberikan manfaat strategis, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun pelayanan publik,” katanya di Jayapura.
Aryoko menyebutkan bahwa Pemprov Papua baru saja menerapkan pembayaran retribusi daerah secara digital. Selanjutnya, Pemkot Jayapura meluncurkan sistem pembayaran retribusi sampah rumah tangga pada Senin (29/12). Aryoko memandang peluncuran sistem baru ini sebagai kemajuan positif bagi daerah.
“Sehingga ini menjadi langka awal untuk terus meningkatkan PAD,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa pembayaran non-tunai mampu mengurangi risiko penyalahgunaan uang tunai secara signifikan. Selain itu, sistem ini meningkatkan efisiensi serta memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat. Aryoko juga memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pemerintah Kota Jayapura tersebut.
“Kami memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Jayapura yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah,” katanya lagi.
Beliau menambahkan bahwa pemerintah kota memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan retribusi sampah. Peraturan Daerah Nomor 33 Tahun 2023 mengatur ketentuan wewenang tersebut secara jelas. Oleh karena itu, beliau meminta dukungan semua pihak agar pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel.
“Oleh sebab itu semua pihak harus mendukung sistem non-tunai ini agar pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel,” ujarnya lagi.
[Red]









