InfoMatoa, (AS) | Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan internasional. Pasalnya, ia melontarkan pernyataan keras yang mengindikasikan niat menargetkan pemimpin negara lain. Saat ini ketegangan geopolitik global memang sedang meningkat pesat. Oleh karena itu, Trump mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap negara pengganggu kepentingan Amerika.
Pernyataan tersebut bahkan menyiratkan kemungkinan intervensi militer secara langsung. Dampaknya, muncul kekhawatiran luas di kalangan komunitas internasional sekarang. Ancaman ini muncul tak lama setelah Trump memerintahkan operasi militer terhadap Venezuela. Operasi tersebut sukses menangkap Presiden Nicolas Maduro beberapa waktu lalu. Kini Trump membidik sejumlah pemimpin negara lain masuk dalam radar target utamanya.
Presiden Kolombia Gustavo Petro
Trump melontarkan ancaman langsung terhadap Presiden Kolombia Gustavo Petro pada Minggu (4/1). Langkah provokatif ini menyusul berakhirnya operasi militer Amerika Serikat di wilayah Venezuela.
“Venezuela sedang sakit parah. Kolombia juga sakit parah, dipimpin oleh orang sakit jiwa yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS,” kata Trump, dikutip Al Jazeera.
Ia bahkan menyiratkan kemungkinan tindakan militer lebih jauh terhadap Kolombia dalam waktu dekat. Selain itu, Trump meragukan posisi Petro akan bertahan lama sebagai pemimpin negara. Saat jurnalis menanyakan opsi operasi militer, Trump menjawab bahwa ide tersebut terdengar sangat bagus.
Presiden Gustavo Petro segera menanggapi pernyataan keras dari Washington tersebut dengan cepat. Selanjutnya, ia mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas agresi terhadap Venezuela.
“Kolombia sejak kemarin menjadi anggota DK PBB. Harus ada pertemuan segera untuk menanggapi agresi terhadap Venezuela,” kata Petro.
Publik mengenal Petro sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap kebijakan luar negeri Trump. Hal ini mencakup dukungan AS kepada Israel serta kebijakan imigrasi yang sangat ketat.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Ancaman Trump juga mengarah tajam ke Iran di tengah gelombang protes besar. Ia memperingatkan Teheran bahwa militer Amerika Serikat siap bertindak secara nyata. Trump mengancam akan datang menyelamatkan demonstran jika aparat Iran terus melakukan kekerasan brutal.
“Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, AS akan datang menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak,” tulis Trump di Truth Social, Jumat (2/1).
Menanggapi ancaman tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan posisi negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah tunduk pada tekanan pihak asing.
“Kita tidak akan menyerah kepada mereka. Dengan mengandalkan Tuhan dan percaya pada dukungan rakyat, kita akan membuat musuh bertekuk lutut,” ujar Khamenei melalui platform X.
Laporan AP News menyebutkan bahwa saling ancam ini semakin memperburuk hubungan kedua negara. Hal tersebut terjadi karena Amerika melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu. Sementara itu, Ali Larijani menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik protes di Iran. Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran saat ini.
“Trump harus tahu, intervensi AS dalam masalah domestik akan menyebabkan kekacauan di seluruh kawasan dan kehancuran kepentingan AS,” tulis Larijani di X.
Eskalasi Kekhawatiran Global
Pernyataan Trump terhadap Kolombia dan Iran semakin memperkuat kekhawatiran dunia internasional. Pasalnya, kebijakan luar negeri Amerika Serikat kini terasa semakin konfrontatif bagi banyak pihak. Hal ini berpotensi memicu ketidakstabilan regional di Amerika Latin maupun Timur Tengah.
Oleh sebab itu, publik mengharapkan situasi ini mampu mendorong komunitas internasional untuk memperkuat diplomasi. Selain itu, PBB harus segera mencegah agar eskalasi ancaman tidak menjadi perang terbuka. Langkah tersebut sangat penting agar warga sipil tidak menjadi korban dari stabilitas global yang terguncang. [Red]









