InfoMatoa, (Denmark) | Delapan negara Eropa menolak tegas “ambisi imperialisme” Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Donald Trump kabarnya ingin mencaplok Greenland dalam waktu dekat. Rencana ini muncul menyusul agresi militer Amerika Serikat di Venezuela baru-baru ini.
Sejumlah kepala pemerintahan Eropa menandatangani pernyataan bersama penolakan tersebut. Pemimpin dari Inggris dan Prancis masuk dalam daftar pendukung utama. Mereka menegaskan bahwa NATO harus menjamin keamanan Greenland secara kolektif. Selain itu, pakta ini tetap menghormati sepenuhnya kehendak rakyat Greenland.
“Keamanan di kawasan Arktik harus mencapai kesepakatan kolektif bersama sekutu NATO. Kita harus menjunjung tinggi prinsip Piagam PBB serta kedaulatan dan integritas teritorial,” bunyi pernyataan tersebut, menurut Politico, Selasa (6/1).
Kedaulatan Arktik dan Dukungan Pemimpin Eropa
PM Denmark Mette Frederiksen dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani pernyataan itu. Kanselir Jerman Friedrich Merz serta PM Spanyol Pedro Sánchez juga ikut bergabung. Selanjutnya, PM Inggris Keir Starmer dan PM Italia Giorgia Meloni turut memberikan tanda tangan. PM Polandia Donald Tusk serta pemimpin Belanda hingga Slovenia juga mendukung langkah ini.
Para pemimpin Eropa menegaskan posisi strategis kawasan Arktik bagi NATO. Hal ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global saat ini. Oleh karena itu, mereka meningkatkan kehadiran militer dan aktivitas keamanan di sana. Investasi besar juga mengalir guna menjaga stabilitas dari ancaman pihak bermusuhan.
“Kerajaan Denmark termasuk Greenland adalah bagian resmi dari NATO,” tegas pernyataan bersama tersebut.
Negara-negara tersebut menyatakan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya sendiri. Wilayah ini bukan merupakan objek perebutan kekuatan global mana pun. Pasalnya, hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masa depan mereka sendiri.
Respons Denmark Terhadap Agresi Amerika Serikat
Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk pertahanan. Gedung Putih mengakui bahwa mereka tengah membahas opsi memiliki Greenland. Hal ini bahkan mencakup potensi penggunaan kekuatan militer secara terbuka.
“Yang jelas, kami membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan,” kata Trump dengan tegas.
Pemerintah Denmark merespons keras pernyataan provokatif tersebut. Mereka memperingatkan bahwa langkah Amerika Serikat mencaplok Greenland dapat membubarkan aliansi NATO. Pernyataan Trump muncul tak lama setelah agresi militer Amerika Serikat di Caracas. Pasalnya, tentara Amerika Serikat menculik Presiden Nicolas Maduro dalam aksi tersebut.
Komunitas internasional mengecam luas tindakan Amerika Serikat di Venezuela. Aksi tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam PBB secara nyata. Kini, sikap bersama negara Eropa memperkuat komitmen global terhadap kedaulatan negara. Langkah ini juga mencegah eskalasi konflik yang mengancam perdamaian dunia di kawasan Arktik. [Red]









