InfoMatoa, (Jayapura) | Puluhan perwakilan guru ASN mendatangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura di Distrik Waibu, Jumat (9/1). Mereka merupakan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini menuntut hak kesejahteraan mereka. Hingga kini, pemerintah daerah belum merealisasikan hak-hak tersebut sepenuhnya.
Wakil Ketua III DPR Kabupaten Jayapura, Jhosua Ondi, memimpin langsung pertemuan di Ruang Rapat Banmus. Sejumlah anggota komisi turut mendampingi beliau dalam diskusi tersebut. Sementara itu, Melkisedek Wompere dan Siliwanus Runabari menyampaikan aspirasi dari pihak guru.
Tuntutan Hak Finansial dan Kesejahteraan Guru
Diskusi berlangsung hangat selama hampir tiga jam. Para guru menyampaikan keluhan mendalam terkait hak finansial mereka. Pemerintah belum membayar tunjangan tersebut sejak akhir tahun 2023. Adapun tuntutan utama meliputi pembayaran Uang Lauk Pauk (ULP) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Selain itu, massa menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) serta sisa Gaji ke-13.
“Hak-hak kami dari bupati lama sampai saat ini belum terealisasi. Perlu diketahui bahwa TPP adalah wajib bagi setiap guru dan ASN. Kami adalah penggerak sumber daya manusia. Maka, kesejahteraan kami harus menjadi prioritas,” ujar salah satu perwakilan guru.
Sekretaris PGRI Jayapura, Siliwanus Runabari, menyoroti rendahnya perhatian pemerintah terhadap profesi guru. Ia heran karena sistem daring menunjukkan dana sudah cair 100 persen. Namun, kenyataannya anggaran tersebut belum masuk ke rekening para guru. Siliwanus menegaskan para guru akan melakukan aksi lebih berat. Langkah ini akan mereka ambil jika persoalan tidak segera selesai.
“Apabila dana tidak segera cair, kami akan melanjutkan libur dan tidak mengajar. Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar janji,” tegas pria yang telah mengabdi 40 tahun tersebut.
Respon DPR dan Janji Audiensi Bupati
Wakil Ketua III DPR Jayapura, Jhosua Ondi, menyatakan pihaknya sudah menerima dokumen aspirasi. DPR akan segera berkoordinasi langsung dengan Bupati Jayapura. Mereka berupaya mencari solusi cepat terkait kemacetan anggaran tersebut.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi A, Wellem Felle, memberikan apresiasi tinggi bagi guru. Beliau berjanji akan mengawal proses ini hingga tuntas. Aspirasi para guru akan sampai ke tangan Bupati pada hari ini juga.
“Kami akan berjuang agar anggaran tersebut segera cair. Kami akan menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Bupati hari ini,” ungkapnya.
[Red]









