InfoMatoa, (Mamberamo Tengah) | Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana (KRB) Tahun 2025–2029 pada Rabu, 30 Juli 2025, bertempat di Aula BPKAD, Kompleks Kantor Bupati, Distrik Kobakma.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.28 hingga 13.15 WIT ini dipimpin oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah, Fredy Djitmau, SE., M.Si, serta dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari unsur OPD, TNI/Polri, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait. Hadir pula sejumlah pejabat daerah, di antaranya Plh Kepala BPBD Aprida Aud, Plh Kepala Dinas Sosial Yosep Erren Liding, Kasat Intelkam Polres Ipda Munawir Fauzi, serta para kepala distrik dan staf Kesbangpol.
Dalam sambutannya, Fredy Djitmau menegaskan pentingnya sosialisasi ini mengingat Kabupaten Mamberamo Tengah yang terdiri dari lima distrik berada di wilayah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Ia menekankan pentingnya partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat, tokoh adat, dan agama dalam upaya mitigasi bencana.
“Kalau ada data, kita bicara di pusat tidak omong kosong,” tegasnya.

Sosialisasi menghadirkan narasumber Cahyadi Rahmadi, SE., S.I., yang memaparkan proses dan metodologi penyusunan KRB, pentingnya peta bahaya, kerentanan, dan kapasitas wilayah, serta integrasi KRB dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMD dan RTRW.
Moderator kegiatan adalah Ir. Iswahyudi, ST., MSP., MH, yang memandu sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif hingga pukul 13.02 WIT. Dalam sesi penutupan, Plh Kepala BPBD Aprida Aud menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun ketangguhan bencana di Kabupaten Mamberamo Tengah. [Red]









