InfoMatoa, (Mamberamo Tengah) | Jemaat Gereja Berea Kobakma 1 menggelar tradisi bakar batu sebagai ungkapan syukur dan wujud persaudaraan antarumat. Acara ini juga dirangkaikan dengan penetapan pengurus Klasis KOMA dan Rapat Tahunan Daerah 3 Kombosehon, untuk memperkuat pelayanan gereja di wilayah tersebut.
Yapan Endambia, S, Gembala Daerah 3 Kombosehon, mengatakan bakar batu bukan hanya tradisi budaya, tetapi simbol kasih, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Papua. Tokoh Pemuda Sully Yogosam menambahkan, kegiatan ini mengajarkan saling menopang dan bekerja sama demi kebaikan bersama.
Kegiatan ini juga menegaskan dukungan gereja terhadap program pemerintah pusat. Gereja menilai langkah pemerintah dalam membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di Papua adalah wujud komitmen menghadirkan pembangunan berkeadilan.
Jemaat menyatakan dukungan moral dan spiritual melalui lima komitmen:
- Mendukung kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat, terutama pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
- Menjadi pelopor perdamaian dan pusat pembelajaran cinta kasih.
- Menolak provokasi, kekerasan, dan perpecahan.
- Mendorong kerja sama lintas suku dan golongan.
- Mendoakan dan mendukung pemerintah agar bijak menjalankan pembangunan.
Gereja Berea menekankan, pembangunan yang damai dan sejahtera hanya bisa tercapai melalui sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.
“Gereja membangun iman, pemerintah membangun kesejahteraan. Keduanya menghadirkan damai dan kemajuan,” ujar Nerius Endambia, Ketua Panitia.
Jemaat mengajak masyarakat Papua menjaga persatuan, memperkuat pelayanan, dan membangun Tanah Papua yang damai dan sejahtera.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” — Matius 5:9
[Red]









