InfoMatoa, (Kuala Lumpur) | Negara-negara anggota ASEAN bersama Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) membahas ASEAN Power Grid financing dalam Forum Bisnis Energi ASEAN 2025. Pertemuan ini menjadi bagian dari Pertemuan Menteri Energi ASEAN (AMEM) ke-43 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (15/10). Acara tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama energi regional dan mewujudkan jaringan listrik lintas batas di Asia Tenggara.
Komitmen Kolektif ASEAN
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Peralihan Tenaga dan Transformasi Air Malaysia, Datuk Amar Haji Fadillah bin Haji Yusof, menegaskan bahwa proyek ASEAN Power Grid financing bukan hanya tentang infrastruktur.
“APG adalah simbol solidaritas dan keterhubungan antarnegara ASEAN untuk mewujudkan ketahanan energi bersama,” ujarnya.
Sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia menempatkan kerja sama APG melalui Enhanced APG MoU sebagai prioritas kawasan. Fadillah mengatakan, penyelesaian MoU itu menunjukkan komitmen baru ASEAN dalam mempercepat transisi energi. Selain itu, negara-negara anggota juga sepakat menghadapi tantangan pembiayaan proyek lintas batas secara bersama.
Dukungan Global dan Mekanisme Pembiayaan
Menurut Fadillah, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya inovasi dalam mekanisme pembiayaan agar proyek energi lintas negara dapat berjalan lancar.
“Tanpa dukungan pendanaan yang memadai, bahkan proyek paling potensial pun tidak akan berkembang,” tegasnya.
Fadillah juga mengapresiasi peran Bank Dunia, ADB, dan Pusat Energi ASEAN (ACE) dalam mendukung pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan APG. Kelompok ini akan mempercepat proses pendanaan dan memperkuat koordinasi antarnegara. Dengan demikian, integrasi energi ASEAN akan semakin tangguh dan berkelanjutan. [Red]









