InfoMatoa, (Beijing) | China menegaskan keberhasilannya menjaga ketahanan pangan China bagi 1,4 miliar penduduk selama lima tahun terakhir. Keberhasilan ini bukan hanya memperkuat posisi domestik, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi stabilitas pangan global.
Produksi Pangan Mencapai Rekor
Kepala NFSRA Liu Huanxin menjelaskan bahwa selama Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025), produksi biji-bijian nasional selalu melampaui 650 juta ton per tahun. Pada 2024, produksi menembus 700 juta ton, capaian tertinggi sepanjang sejarah.
“China telah mencapai swasembada dasar dan ketahanan penuh dalam penyediaan bahan pangan pokok,” ujarnya.
Pemerintah mempertahankan luas lahan pertanian lebih dari 120 juta hektare. Selain itu, mereka membangun 66,7 juta hektare lahan berstandar tinggi dan meningkatkan mekanisasi pertanian hingga 75 persen. Teknologi modern memperkuat efisiensi dan produktivitas, sekaligus memastikan **ketahanan pangan China** tetap stabil di masa mendatang.
Kerja Sama dengan ASEAN dan Afrika
China menekankan pentingnya berbagi pengalaman dengan negara-negara ASEAN melalui transfer teknologi, inovasi hijau, dan riset bersama. Langkah ini mendukung pembangunan pertanian cerdas di Asia Tenggara.
“Dengan sembilan persen lahan subur dunia, China memberi makan hampir seperlima populasi global,” tambah Liu.
Selain itu, China memperluas kemitraan dengan Afrika. Pemerintah menggelar pelatihan, penelitian bersama, dan menyalurkan bantuan pangan senilai 1 miliar yuan. Lebih dari 500 ahli pertanian dikirim untuk mengembangkan 100.000 mu lahan percontohan, memperkuat ketahanan pangan regional.
Inspirasi bagi Dunia
Menjelang Hari Pangan Sedunia, FAO mencatat 673 juta orang masih menghadapi kelaparan. Wakil Direktur FAO, Chikelu Mba, menilai capaian China sebagai inspirasi global.
“Empat puluh tahun lalu China menghadapi krisis pangan, kini keberhasilannya menjadi contoh bagi dunia,” ujarnya.
China juga mendorong dukungan pembiayaan, teknologi, dan pasar bagi negara berkembang melalui forum Menteri Pertanian G20 di Cape Town. Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana **ketahanan pangan China** dapat menjadi model bagi negara lain dalam menghadapi kerawanan pangan. [Red]









