InfoMatoa, (Inggris) | Uni Eropa (UE) tengah mempersiapkan langkah besar. Mereka berencana mengurangi hingga menghentikan penggunaan peralatan buatan China. Kebijakan ini menyasar infrastruktur penting di seluruh kawasan Eropa. Harian Financial Times menyampaikan laporan tersebut pada Sabtu. Laporan ini mengutip sejumlah pejabat yang mengetahui pembahasan internal tersebut.
Pembatasan Perangkat Teknologi Strategis
Rencana ini mencakup pembatasan peralatan dari Huawei dan ZTE. Fokus aturan berada pada sektor telekomunikasi serta energi surya. Selain itu, aturan menyasar perangkat pengujian sistem keamanan kawasan. Uni Eropa berencana mengajukan proposal resmi pada 20 Januari mendatang. Selama ini, negara anggota membatasi peralatan China secara sukarela. Namun, aturan baru berpotensi mengubah ketentuan tersebut menjadi kewajiban.
Evaluasi Risiko dan Kesiapan Industri
Otoritas akan menyesuaikan tenggat waktu kebijakan dengan tingkat risiko perusahaan. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi mendalam dari pihak Uni Eropa. Sementara itu, perwakilan industri merasa khawatir terkait ketersediaan alternatif produk. Mereka menyebutkan bahwa pengganti andal untuk produk China belum tersedia. Padahal, industri membutuhkan skala produksi besar dan efisiensi biaya tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan strategis. Uni Eropa ingin mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Mereka mewaspadai ketergantungan pada China maupun Amerika Serikat. Sebab, sektor tersebut sangat krusial bagi stabilitas keamanan kawasan. Akhirnya, Uni Eropa berharap kebijakan ini mampu memperkokoh kedaulatan teknologi mereka. [Red]









