Roket Gravity-1 Y2 Sukses Meluncur dari Laut Lepas Shandong Bawa Tiga Satelit

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 07:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (China) | China mencetak tonggak baru dalam teknologi antariksa. Mereka meluncurkan roket Gravity-1 Y2 dari perairan lepas pantai Haiyang, Provinsi Shandong, Sabtu (11/10). Roket lepas landas pukul 10.20 waktu Beijing (09.20 WIB) dan membawa tiga satelit: satu bidang lebar dan dua eksperimental ke orbit yang telah ditentukan.

Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan menggelar peluncuran ini. Selain itu, roket Gravity-1 Y2 menyesuaikan trajektori dengan berbelok sekitar 40 derajat dari tenggara ke selatan. Manuver ini menunjukkan kelincahan tinggi sistem kendali penerbangan.

Baca Juga :  Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya

Empat pendorong tambahan menopang stabilitas roket. Dengan demikian, Gravity-1 Y2 tetap stabil meski laut bergelombang. Xu Guoguang, perancang utama dan komandan roket, menyatakan roket membawa 6,5 ton ke orbit rendah Bumi. Roket juga mampu mengangkut 4,2 ton ke orbit sinkron matahari (500 km).

OrienSpace, perusahaan kedirgantaraan komersial China, mengembangkan seri roket Gravity secara mandiri. Penerbangan perdana Gravity-1 Y1 pada Januari 2024 memecahkan rekor sebagai roket berbahan bakar padat terkuat. Kini, penerbangan Y2 meningkatkan kualitas, stabilitas, dan keandalan roket.

Baca Juga :  Komunitas AMIN Dukung Petani Kopi Pegunungan Arfak Melalui Penyaluran Alat Produksi

Peluncuran ini memperluas kemampuan China untuk misi orbit menengah dan rendah. Selain itu, langkah ini memperkuat posisi OrienSpace sebagai pemain utama dalam industri peluncuran komersial global. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 4 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!