InfoMatoa, (Fakfak) | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Papua Barat, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Bandara Siboru sebagai salah satu infrastruktur strategis penunjang konektivitas dan investasi daerah. Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan hal tersebut usai memimpin rapat koordinasi bersama otoritas Bandara Siboru dan sejumlah pihak terkait di Kantor Pemda Fakfak, Rabu (8/10).
Menurut Bupati Samaun Dahlan, Pemda Fakfak menargetkan perpanjangan runway Bandara Siboru sekaligus menyiapkan infrastruktur pendukung untuk memperkuat aksesibilitas dan membuka peluang investasi ke wilayah Fakfak.
“Pemerintah Daerah sangat serius untuk hal ini karena menjadi konektivitas antarwilayah dari dan ke luar Fakfak,” ujar Samaun Dahlan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemda juga akan menata kawasan inti dan kawasan penyangga Bandara Siboru sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati menegaskan pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan pendukung pembangunan, termasuk untuk kantor instansi kementerian yang mulai hadir di Fakfak.
“Saya sampaikan kepada pihak-pihak terkait bahwa tanggung jawab pemerintah ialah menyiapkan lahan. Karena semua Kementerian membuka kantor di Fakfak, Pemkab wajib mempersiapkan lahan,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Samaun Dahlan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Fakfak agar segera berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat dalam proses pembebasan lahan.
“Termasuk mengecek kawasan hutan di Bandara Siboru, apakah masih masuk ke kawasan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), maka diupayakan masuk ke Areal Penggunaan Lain (APL) agar dapat disertifikatkan,” tambahnya.
Langkah Pemkab Fakfak ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan konektivitas udara dan percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Papua Barat. [Red]









