InfoMatoa, (Manokwari) | Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP). Melalui strategi “jemput bola”, DPMPTSP menargetkan penerbitan 400 Nomor Induk Berusaha (NIB) di tujuh kabupaten hingga akhir 2025.
Percepat Legalitas Usaha OAP
Kepala DPMPTSP Papua Barat, Godlief Aponno, menegaskan komitmen pihaknya dalam kegiatan Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Penerbitan NIB bagi OAP di Manokwari, Rabu (29/10). Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas akses legalitas usaha bagi pelaku OAP di berbagai sektor produktif.
“Penerbitan NIB bukan hanya soal administrasi, tetapi langkah awal membangun ekonomi masyarakat Papua yang mandiri dan terstruktur.” ujar Aponno.
Ia menuturkan, setiap kabupaten menargetkan sekitar 60 NIB, sedangkan Pegunungan Arfak sebanyak 40. Hingga pelaksanaan di Manokwari, DPMPTSP telah mencatat capaian signifikan dengan total 260 NIB. Kabupaten Teluk Wondama meraih 100 NIB, Manokwari Selatan 95 NIB, dan Teluk Bintuni 65 NIB.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Di beberapa lokasi, kami bahkan melampaui target yang ditetapkan.” tambahnya.
NIB Dorong Akses Permodalan dan Kemitraan
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa NIB merupakan identitas resmi bagi pelaku usaha. Menurutnya, kepemilikan NIB mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan, pelatihan, dan kemitraan dari berbagai program pemerintah.
“Banyak masyarakat Papua memiliki potensi besar, namun belum punya legalitas usaha. NIB memberi perlindungan hukum sekaligus membuka jalan menuju permodalan dan pengembangan usaha.” jelas Gubernur Dominggus.
Program ini selaras dengan visi Papua Barat Produktif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Pemerintah tidak hanya memfasilitasi penerbitan NIB melalui sistem OSS-RBA, tetapi juga menyiapkan pendampingan usaha agar pelaku OAP mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ke depan, DPMPTSP akan melanjutkan kegiatan “jemput bola” ke empat kabupaten tersisa—Manokwari, Pegunungan Arfak, Kaimana, dan Fakfak—untuk memastikan target 400 NIB tercapai sebelum Desember 2025. [Red]









