InfoMatoa, (Kab. Kaimana) | Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berhasil melakukan panen padi ladang di atas lahan seluas seperempat hektar dengan hasil mencapai 300 hingga 500 kilogram. Panen ini merupakan bagian dari program penanaman padi ladang tahun 2025 yang dilakukan di wilayah setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, menjelaskan bahwa padi yang dipanen merupakan varietas Impari, yang benihnya berasal dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat. Padi ini ditanam selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya dipanen dengan hasil yang memuaskan.
“Padi ini kita tanam sekitar tiga bulan lamanya, dan hasilnya cukup memuaskan. Ini adalah bagian dari program kami untuk tahun 2025, yaitu penanaman padi ladang,” ujar Alexander saat ditemui di sela-sela kegiatan panen.
Menurut Alexander, keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa bertani padi ladang dengan lahan terbatas tetap mampu menghasilkan panen yang baik. Hal ini dinilai sebagai potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, terutama di wilayah pedesaan.
“Diperkirakan hasil panennya antara 300 hingga 500 kilogram. Meski lahannya tidak luas, tetapi ini bisa menjadi sumber ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti keberhasilan ini dengan mengembangkan program serupa di sejumlah kampung di Kabupaten Kaimana. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka secara berkelanjutan.
“Tujuannya agar masyarakat bisa lebih mandiri dalam menyediakan kebutuhan pangan mereka sendiri, serta mendukung ketahanan pangan daerah,” pungkas Alexander.
Panen perdana ini diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat, bahwa budidaya padi ladang bukanlah sesuatu yang sulit apabila dilakukan dengan bibit unggul dan perawatan yang tepat. (Red)









