InfoMatoa, (Lanny Jaya) | Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lanny Jaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan bagi pelaku usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan iklim investasi daerah dan dilaksanakan pada Senin (24/11) di Aula Kantor Bupati Lanny Jaya, Tiom.
Selain itu, sekitar 100 peserta hadir dalam acara, termasuk para Pimpinan OPD dan pelaku usaha. Plt. Sekda Kabupaten Lanny Jaya, Tendien Wenda, S.Th., S.Ip., M.Si., membuka kegiatan secara resmi dan menyambut para peserta dengan penuh antusias.
Perizinan Lebih Mudah dan Transparan
Kepala DPMPTSP Lanny Jaya, Osman Yikwa, S.H., menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi kemudahan berusaha. Ia menjelaskan bahwa Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS-RBA), sesuai Undang-Undang Cipta Kerja, membuat proses perizinan menjadi lebih efisien, transparan, dan berbasis teknologi. Selain itu, sistem ini membantu pelaku usaha mempersingkat waktu pengurusan izin dan mengurangi hambatan administratif.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, mempercepat proses investasi, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” ujar Osman Yikwa.
Dengan adanya kegiatan ini, pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan menggunakan sistem OSS-RBA, menertibkan administrasi perizinan, dan, lebih jauh, memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Transformasi Layanan untuk UMKM
Plt. Sekda Kabupaten Lanny Jaya, Tendien Wenda, mengapresiasi langkah DPMPTSP. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis risiko memberikan mekanisme lebih sederhana dan cepat, yang sangat dibutuhkan UMKM. Selain itu, mekanisme ini menjaga agar pelaksanaan usaha tetap sesuai standar, aman, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Penerapan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah bagian dari transformasi besar sistem perizinan nasional. Selain penyederhanaan, pengawasan berusaha juga menjadi aspek kunci agar pelaksanaan kegiatan usaha tetap sesuai standar, aman, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Tendien Wenda saat membuka kegiatan.
Setelah pembukaan, Ilham, S.Sos (Trainer OSS Jayawijaya), menyampaikan materi mengenai implementasi sistem OSS-RBA. Selanjutnya, para peserta mengikuti diskusi, tanya jawab interaktif, dan praktik langsung penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS-RBA.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan aman dan lancar, sehingga menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, efisien, dan kondusif. [Red]









