Kisah Neas Wanimbo Merajut Literasi di Jantung Papua

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 07:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jayawijaya) | Sebuah inisiatif lokal muncul sebagai lentera harapan di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan Papua Pegunungan. Neas Wanimbo mendedikasikan dirinya untuk memberantas buta aksara. Ia mendirikan gerakan literasi komunitas bernama Yayasan Hano Wene Indonesia. Pemuda asal Kampung Huewi, Distrik Tangma ini bergerak secara mandiri.

Nama “Hano Wene” berasal dari bahasa Hubla yang bermakna “Kabar Baik”. Melalui yayasan tersebut, Neas berupaya mengubah masa depan anak-anak di pedalaman Papua. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki kesempatan yang sama dengan anak perkotaan.

Neas merupakan lulusan Universitas Tanri Abeng Jakarta yang memilih pulang untuk membawa perubahan. Selanjutnya, ia menggalang donasi berupa buku dan alat tulis dari rekan kampusnya. Langkah tersebut ia lakukan untuk membangun kelas literasi sederhana di kampung halaman.

Belajar dengan Hati dan Tradisi

Neas melaksanakan kelas literasi Hano Wene setiap sore dengan metode yang unik. Ia tidak menggunakan kurikulum kaku dalam mengajar. Sebaliknya, Neas menyesuaikan materi dengan kearifan lokal masyarakat Papua:

  • Pendekatan Budaya: Menggunakan cerita rakyat dan lagu daerah sebagai sarana belajar membaca.
  • Aktivitas Alam: Mengajak anak-anak belajar di luar ruangan melalui permainan dan interaksi lingkungan.
  • Kemandirian Pemuda: Menggerakkan pemuda lokal sebagai relawan pengajar di yayasan.

Kami tidak menggantikan guru. Kami berjalan bersama mereka, membantu anak-anak belajar dengan cara mereka sendiri,” tegas Neas.

Hasilnya, perubahan mulai terlihat pada kemampuan membaca serta pertumbuhan karakter anak. Neas mengenang momen haru saat seorang anak bernama Yongki berani tampil. Anak pemalu tersebut akhirnya lantang membaca di hadapan teman-temannya. Oleh karena itu, momen ini menjadi simbol kebangkitan generasi muda Huewi.

Baca Juga :  Bupati Yeskiel Yesnath Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana Pendidikan

Dukungan Komunitas adalah Kunci

Namun, perjalanan Neas dalam menjalankan yayasan ini tidaklah mudah. Medan geografis yang berat serta dana terbatas seringkali menjadi penghalang utama. Meskipun demikian, keterlibatan aktif warga kampung menjadi bahan bakar semangatnya. Warga secara sukarela menyiapkan tempat belajar bagi anak-anak. Selain itu, mereka menjaga keberlanjutan kegiatan saat relawan menempuh perjalanan jauh.

Baca Juga :  Kantor Distrik Kalomdol Kembali Diaktifkan dengan Ritual Bakar Batu

Pendekatan berbasis komunitas ini mendapat apresiasi dari Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim. Menurutnya, inisiatif mandiri Hano Wene sangat krusial bagi wilayah terpencil. Hal ini karena gerakan tersebut mengisi celah layanan formal pemerintah.

Bagi Neas Wanimbo, pengalaman mengikuti program kepemudaan ke Australia mempertebal keyakinannya. Ia percaya bahwa perubahan berarti harus dimulai dari rumah sendiri. Kini, Kampung Huewi menjadi pusat pembibitan “kabar baik” bagi masa depan Papua Pegunungan. [Red]

BERITA LAINNYA

Maraton Kunker Wapres Gibran di Papua: Dari Sekolah Rakyat Biak, Main Bola di Wamena, hingga Agendakan Yahukimo
Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena
Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN
Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan
Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas
Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim
Awal Tahun 2026, Stok BBM di Kenyam Nduga Dipastikan Aman dan Mencukupi
Membentang di 3 Provinsi, Luas Taman Nasional Lorentz Tembus 2,4 Juta Hektare
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:51 WIT

Usai dari Biak Numfor, Gibran Lanjutkan Kunjungan ke Wamena

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIT

Pemkab Jayawijaya Pastikan Rekrutmen Taruna PTDI-STTD 2026, Lulusan Dijamin Jadi ASN

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:40 WIT

Enam Warga Diamankan Aparat di Dekai Yahukimo, Akhirnya Dibebaskan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:45 WIT

Duka di Balik Kontak Senjata Nduga: Praka Satria Taopan Gugur dalam Tugas

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:42 WIT

Dana Desa Tahap II Distrik Apalapsili Cair, Penyaluran Dipusatkan di Bank Papua Elelim

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!