InfoMatoa, (Jayawijaya) | Ketua Komisi V DPR Papua Pegunungan, Ironi Kogoya, menegaskan pentingnya keberadaan guru kontrak sebagai penopang utama dunia pendidikan di wilayah pegunungan, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sebagaimana diberitakan Tribun-Papua.com, Ironi menyampaikan bahwa perekrutan ratusan guru kontrak oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam beberapa bulan terakhir telah membawa dampak nyata. Sekolah-sekolah yang sebelumnya tidak aktif karena guru Aparatur Sipil Negara (ASN) jarang hadir, kini kembali berjalan berkat dedikasi para tenaga kontrak.
“Banyak sekolah di pedalaman yang dulu seperti mati, rumput sudah tinggi, karena guru tetap tidak pernah hadir. Dengan adanya guru kontrak, sekolah kembali hidup, anak-anak bisa belajar, dan ini sangat membantu peningkatan SDM kita,” ujar Ironi, dikutip dari Tribun-Papua.com.
Menurut penjelasannya, jumlah guru kontrak yang tersebar di delapan kabupaten wilayah Papua Pegunungan mencapai sekitar 300 orang. Mayoritas di antaranya adalah sarjana muda asli daerah yang sebelumnya menganggur, namun kini mendapat kesempatan mengabdi sekaligus memperoleh penghasilan.
“Ini bukan sekadar lapangan kerja, tapi pengabdian. Mereka rela ditempatkan di kampung-kampung dan daerah pinggiran untuk mendidik anak-anak. Karena itu, pemerintah wajib memperhatikan mereka,” tegasnya.
Komisi V DPR Papua Pegunungan juga mendorong dinas pendidikan setempat untuk segera memperpanjang masa kontrak para guru tersebut. Tak hanya itu, mereka juga meminta agar diberikan pelatihan dan pembinaan sebagai upaya menjaga kualitas pendidikan di daerah.
“Kami berharap proposal perpanjangan kontrak yang sudah diajukan segera ditindaklanjuti. Jangan ditunda, karena ini menyangkut penyelamatan generasi muda kita,” kata Ironi.
Ia menambahkan, dengan hanya mengandalkan guru ASN, sulit mengharapkan pendidikan di pedalaman berjalan optimal. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta lebih jeli melihat kondisi nyata di lapangan.
[Red]









