InfoMatoa, (Boven Digoel) | Dalam rangka menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi RI terkait Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Boven Digoel menggelar rapat koordinasi bersama lintas stakeholder guna memastikan kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kegiatan berlangsung di Rumah Makan 22, Distrik Mandobo, dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, KPU, Bawaslu Provinsi Papua Selatan, serta perwakilan Pemda, Apkam, dan Apintel.
Rapat yang dipimpin Ketua Bawaslu Boven Digoel, Bernad Warumap, membahas berbagai aspek teknis, pengawasan, pengamanan, dan distribusi logistik menjelang PSU yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, menegaskan bahwa jajaran kepolisian telah menyiapkan 500 personel untuk mendukung keamanan. Pergeseran pasukan juga mulai dilakukan bersamaan dengan distribusi logistik ke distrik-distrik. Ia juga memperkenalkan pembentukan Helpbase terpadu di Aula KPU sebagai pusat pemantauan bersama.

Sementara itu, Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Christian memastikan TNI akan bersikap netral dan mendukung penuh keamanan PSU, termasuk mengantisipasi potensi gangguan seperti peredaran miras yang telah mulai ditekan melalui penutupan tempat hiburan malam.
Dari sisi penyelenggaraan, KPU dan Bawaslu Boven Digoel menyatakan kesiapan dalam hal distribusi logistik, pelatihan saksi, hingga patroli masa tenang. Ketua Bawaslu Provinsi Papua Selatan, Marman S.Sos, menekankan pentingnya netralitas ASN dan penertiban alat peraga kampanye selama masa tenang.
Pihak Pemda melalui Asisten III Setda Boven Digoel, Dominikus Wiwaron, menyampaikan dukungan penuh baik dari segi anggaran maupun pengawasan. Ia menegaskan bahwa Pemda menginginkan PSU kali ini menjadi yang terakhir, dan hasilnya dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan daerah.
Stakeholder juga sepakat bahwa antisipasi terhadap potensi konflik, termasuk hoaks di media sosial dan euforia hasil hitung cepat, harus menjadi perhatian serius. Kolaborasi antara penyelenggara, aparat keamanan, dan Pemda diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan PSU yang damai, jujur, dan demokratis.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan integritas demokrasi di Boven Digoel, serta mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dan damai dalam pemungutan suara mendatang.









