InfoMatoa, (Merauke) | PT. Bio Inti Agrindo (BIA), perusahaan kelapa sawit di Merauke, menegaskan komitmennya terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab sosial melalui Rapat Konsultasi Publik “Bian Project 2025” yang diselenggarakan pada 30 September 2025.
Acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke ini bertujuan memastikan operasi berjalan secara berkelanjutan, berfokus pada menjaga ekosistem dan mewujudkan visi jangka panjang perusahaan. Sekitar 100 tamu undangan, termasuk pejabat daerah, pimpinan vertikal, kepala kampung, hingga tokoh media, turut hadir.
Rapat dipimpin oleh Ir. Yustina E. Sianturi, M.Si (Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Merauke) bersama Presiden Direktur PT. BIA, Bpk. Kong Byoung Sun, dan Representative Manager, Cho Seung Ryong.
Presiden Direktur PT. BIA, Kong Byoung Sun, dalam sambutannya menyoroti upaya perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui Patroli bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk melindungi hutan dan ekosistem endemik seperti burung Cenderawasih. Ia juga menekankan bahwa masyarakat adat menjadi faktor penentu dan PT. BIA akan memperluas ekonomi melalui kemitraan demi pertumbuhan yang sejalan dengan kelangsungan hidup masyarakat.
Mewakili Bupati Merauke, Ir. Yustina E. Sianturi, M.Si, menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi komitmen industri “No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE)”. Beliau menegaskan bahwa investasi yang berkelanjutan harus menjamin:
- Tidak merusak hutan (hutan sekunder atau konservasi).
- Melakukan pengelolaan risiko kebakaran hutan, base management, dan restorasi gambut.
- Menghormati hak-hak masyarakat adat dan pekerja.
Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Lahan yang Sudah Ada
Konsultasi publik ini ditandai dengan pembukaan resmi melalui pemukulan tifa oleh Asisten II didampingi Presiden Direktur PT. BIA dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Romanus Kande Kahol, S.IP., M.Si.
Sebagai catatan penting hasil rapat, dikonfirmasi bahwa Bian Project 2025 tidak akan melakukan pembukaan lahan baru dan akan lebih memprioritaskan pengembangan observasi kawasan yang sudah ada.
Selain aspek konservasi, PT. BIA turut berperan aktif dalam pembangunan sosial di Merauke dengan menyediakan pelayanan kesehatan, pembangunan sekolah, penyerapan tenaga kerja, serta menjaga kelestarian budaya lokal, hewan, dan kawasan hutan lindung. Asisten II Merauke menutup dengan harapan agar pemerintah daerah dapat terus memfasilitasi kemitraan strategis ini demi mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan bagi semua pihak di Merauke. [Red]









