Pemkab Mimika Biayai Kuliah S1 untuk Guru yang Belum Sarjana

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 14:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Mimika) | Pemerintah Kabupaten Mimika, melalui kebijakan Bupati Johannes Rettob, akan membiayai pendidikan jenjang strata satu (S1) bagi para guru yang belum memiliki ijazah sarjana. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di wilayah tersebut.

upati Johannes Rettob menyatakan bahwa program tahap pertama dibuka untuk 100 guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, dan mengajar di sekolah negeri maupun swasta.

“Tidak ada perbedaan, karena para guru ini mengajar anak-anak Mimika. Jadi tidak bisa dibeda-bedakan,” ujar Bupati Johannes Rettob, Senin (4/8), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga :  54 Calon Paskibraka Kalteng Ikuti Pusdiklat Menjelang HUT ke-80 RI

Langkah ini diambil agar seluruh guru di Mimika bisa mendapatkan sertifikasi pendidik di masa depan. Salah satu syarat utama untuk sertifikasi adalah memiliki ijazah S1 di bidang kependidikan.

Bupati Mimika telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mendata seluruh guru yang belum menempuh pendidikan S1. Guru yang memenuhi syarat dapat diajukan untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah daerah.

“Guru yang bisa ikut program ini harus direkomendasikan oleh kepala sekolah ke Disdikbud, lalu diusulkan ke pemerintah daerah. Saya harap yang direkomendasikan benar-benar guru aktif yang mengajar di Mimika. Jangan sampai justru yang baru jadi guru didahulukan,” tegasnya.

Baca Juga :  Papua Selatan Miliki Pembangkit Listrik Biogas Pertama di Wilayah Papua

Salah satu syarat tambahan dalam seleksi program ini adalah masa kerja guru di sekolah tempat mereka mengabdi.

John, sapaan akrab bupati, menambahkan bahwa selama ini banyak guru di Mimika yang harus membiayai pendidikan lanjutan mereka sendiri. Ia menegaskan, pemerintah harus hadir dan mengambil peran.

“Hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi. Pemerintah harus hadir dan intervensi, karena mereka ini mengajar demi pembangunan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.(Red)

BERITA LAINNYA

BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi
Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa
Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM
Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya
Pemprov Papua Tengah Pastikan 801 Guru Lulus PPG, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah
MRP Papua Tengah Desak Aparat Tegakkan Hukum atas Konflik Kwamki Narama
Pembangunan Pusat Pemerintahan Kaladiri Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Bupati Mimika Ajak Warga Jadikan Tahun Baru 2026 Momentum Perkuat Persaudaraan
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:03 WIT

BMKG Catat Angin Kencang Landa Mimika, Biak Waspadai Gelombang Tinggi

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:35 WIT

Bupati Mimika Tepati Janji, Bus Sekolah Layani Siswa SD Negeri 11 Tuapa

Senin, 12 Januari 2026 - 07:57 WIT

Polsek Miru Amankan Pelaku Pembacokan di Jalan Serui Mekar, Korban Masih Dirawat di RSMM

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:14 WIT

Pemprov Papua Tengah Salurkan Lampu Tenaga Surya untuk Warga Intan Jaya

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:14 WIT

Pemprov Papua Tengah Pastikan 801 Guru Lulus PPG, Pendidikan Jadi Prioritas Daerah

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!