InfoMatoa, (Jayapura) | Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan bersikap santun saat mengikuti aksi demo damai yang direncanakan Solidaritas Mahasiswa Papua pada Selasa (2/9).
Dikutip dari Tribunnews.com, Bupati Yunus menyapaikanimbauan usai memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Gunung Merah, Sentani, Senin (1/9). Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya harus dilakukan tanpa kekerasan dan tidak merugikan orang lain.
“Dalam menyampaikan aspirasi harus menjaga sikap, agar pelaksanaan demo berjalan aman. Jangan sampai mengganggu usaha masyarakat, fasilitas umum, maupun perkantoran,” ujar Bupati Yunus.
Menurutnya, kebebasan berpendapat bukan alasan untuk bertindak seenaknya. Karena itu, ia meminta agar massa aksi menghindari provokasi maupun tindakan anarkis yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Bupati juga mengingatkan agar masyarakat yang ikut serta dalam aksi damai segera kembali beraktivitas setelah menyampaikan aspirasi, tanpa melakukan tindakan tambahan yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
“Peristiwa yang terjadi di luar Papua jangan dijadikan contoh. Kita harus tunjukkan bahwa Papua berbeda, kita bisa menyampaikan aspirasi dengan cara yang bermartabat,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Yunus mengungkapkan dirinya telah turun langsung ke sejumlah kompleks perumahan untuk memberikan imbauan, khususnya kepada kalangan muda, agar menjaga perilaku saat aksi berlangsung.
“Tetapi kebebasan yang diberikan, tidak membuat kita seenaknya melakukan tindakan-tindakan anarkis yang merugikan orang lain,” katanya.
Dengan demikian, ia berharap aksi demo damai dapat berjalan tertib, aspirasi tersampaikan, dan masyarakat tetap merasa aman serta nyaman dalam beraktivitas. [Red]









