InfoMatoa, (Jayapura) | Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, ratusan pemuda dan mahasiswa di Kota Jayapura mengikuti Diskusi Kepemudaan bertema “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Pemuda dan Mahasiswa”.
Kegiatan berlangsung di Asrama Putri Waropen, Distrik Waena, dan dipimpin oleh Yeri Stenly Hamadi, Ketua DPD BMP Provinsi Papua.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh pemuda dan organisasi. Mereka antara lain Max Abner Ohee (Ketua DPP BMP-RI), Gifli Buney (Sekretaris KNPI Papua/Ketua Pemuda Adat Saireri), Alex Noya (Mantan Ketua GMKI Papua), serta Gerson Wetipo, Rando Rodamaga, dan Paul Ohee dari DPD BMP Papua.
Dalam sambutannya, Max Abner Ohee menekankan bahwa semangat kepahlawanan harus terus hidup di kalangan generasi muda Papua. Ia menegaskan, meski bangsa ini telah merdeka, perjuangan kita belum selesai.
“Kini kita berjuang melawan kebodohan dan ketertinggalan. Karena itu, pemuda harus terus belajar dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam diri.”
Sesi diskusi yang dipandu Paul Ohee menampilkan paparan dari Gifli Buney. Ia menjelaskan makna dan pentingnya empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat pilar ini adalah fondasi bangsa. Ia mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia — dasar bagi persatuan dan kedamaian.”
Sementara itu, Alex Noya menekankan bahwa wawasan kebangsaan tidak bertentangan dengan jati diri masyarakat Papua. Ia menambahkan, NKRI memberi ruang bagi kita untuk tetap menjaga adat dan budaya Papua.
“Wawasan kebangsaan justru meneguhkan kita sebagai bagian penting dari bangsa Indonesia.”
Di akhir kegiatan, Yeri Stenly Hamadi membagikan hadiah kepada pengurus asrama. Selain itu, ia juga menyerahkan doorprize dan bantuan sosial sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa Papua.
Dengan diskusi ini, BMP berharap dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Selain itu, organisasi ingin memperkuat kontribusi generasi muda Papua dalam menjaga persatuan dan membangun daerah. [Red]









