InfoMatoa, (Kota Jayapura) | Korem 172/PWY (Praja Wira Yakthi) merayakan HUT ke-62 dengan Karya Bakti pembersihan lingkungan di Pantai Holtekamp dan Jalan Poros Tobati–Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (29/10). Kegiatan ini pun menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan kawasan wisata di Papua.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E. memimpin langsung aksi tersebut. Ia hadir bersama sekitar 450 peserta. Mereka berasal dari prajurit TNI, anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri (FKKPI), serta para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Jayapura. Selain itu, lokasi kegiatan terpusat di area Café Vtekya Beach sebelum tugas pembersihan dimulai.
<blockquote>”Karya Bakti ini wujud pengabdian kita kepada bangsa dan negara. Kita harus menjaga lingkungan agar tetap bersih, indah, dan sehat bagi masyarakat,”<em> ujar Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu.</em></blockquote>
Kemudian, ia mengingatkan seluruh peserta soal pentingnya kekompakan dan keselamatan di lapangan. Hal ini diperlukan agar kegiatan berjalan lancar, tertib, serta selesai tepat waktu.
Setelah apel dan doa pembuka, peserta bergerak ke sektor pembersihan yang sudah ditentukan. Tim pembersih pantai memungut sampah plastik dan botol minuman yang terbawa ombak. Selanjutnya, peserta lain membersihkan pinggir jalan dan fasilitas umum sepanjang jalur utama. Semua bekerja dengan antusias. Pelajar dan prajurit juga terlihat berbaur, saling membantu dalam suasana penuh kebersamaan.
Sementara itu, masyarakat yang melintas memberikan dukungan. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Holtekamp merupakan tujuan wisata favorit, sehingga lingkungannya perlu terjaga.
Oleh karena itu, Korem 172/PWY ingin momentum HUT ke-62 memperkuat kedekatan TNI dengan rakyat. Selain menjaga hubungan baik, aksi ini juga mendorong kesadaran menjaga kelestarian alam Papua. Setiap orang punya peran penting dalam merawat bumi Cenderawasih.
Di sisi lain, Korem mengajak generasi muda agar terus terlibat dalam aksi-aksi positif. Lingkungan yang terjaga menjadi warisan berharga bagi masa depan Papua dan kehidupan masyarakatnya. [Red]









