InfoMatoa, (Kota Jayapura) | PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) bersama Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmen mereka terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran resmi Program Corporate Social Responsibility (CSR).
Direktur Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari, dalam siaran pers yang diterima Antara, menyatakan bahwa program CSR ini adalah bentuk kehadiran nyata Bank Papua di tengah masyarakat. Bank tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Papua yang berdaya, sehat, dan sejahtera.
“Bank Papua berkomitmen penuh untuk terus mendukung berbagai inisiatif sosial dan ekonomi yang berdampak langsung. Melalui kolaborasi dengan Pemkot Jayapura, kami memastikan bahwa program CSR ini memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial,” tegas Wopari.
Tahun ini, Bank Papua meluncurkan serangkaian program CSR di Kota Jayapura yang fokus pada tiga pilar utama: lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi.
1. Konservasi dan Lingkungan Hidup:
Program ini mencakup Program Kampung Iklim (Proklim) di Kelurahan Hamadi dan Bhayangkara, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Program ini mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga bernilai ekonomis dan menjaga kebersihan. Selain itu, Bank Papua juga melakukan penanaman mangrove di Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, sebagai upaya konservasi, mitigasi perubahan iklim, dan perlindungan pesisir dari abrasi.
2. Peningkatan Kesehatan Masyarakat:
Bank bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Papua meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak, guna menyiapkan generasi Papua yang sehat dan berkualitas.
3. Pemberdayaan UMKM:
Bank Papua memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Dukungan ini mencakup pendampingan untuk memperoleh sertifikasi legalitas usaha, perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), serta sertifikasi halal.
“Keseluruhan program ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial Bank Papua dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif,” ujar Wopari, sembari berharap program ini dapat terus berlanjut dan cakupannya diperluas ke berbagai daerah di Papua.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Papua atas inisiatif dan komitmennya, khususnya dalam membantu pelaku UMKM di daerah ini.
Rustan menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah yang berperan vital dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan. “Kehadiran Bank Papua melalui program CSR ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Tahun ini, bantuan dana CSR difokuskan untuk membiayai sertifikasi HAKI, lisensi halal, dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM Kota Jayapura. Rustan Saru juga menyoroti pentingnya pendampingan dan pelatihan berkelanjutan agar bantuan yang diberikan benar-benar berdampak.
“Modal finansial harus diiringi dengan kemampuan manajemen, inovasi produk, dan strategi pemasaran. Kami berharap Bank Papua terus melanjutkan program strategis seperti ini,” tutupnya. Melalui kemitraan yang kuat ini, pemerintah daerah dan Bank Papua bertekad mendorong UMKM untuk ‘naik kelas’ dan memperluas pasar mereka.
Peluncuran program CSR ini, yang dilaksanakan pada Selasa (30/9), dirangkaikan dengan penyerahan simbolis sertifikat halal kepada pelaku UMKM, menandai dukungan serius terhadap percepatan sertifikasi produk lokal Papua agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. [Red]









