InfoMatoa, (Jayapura) | Ketua Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R), Paulinus Ohee, menyampaikan seruan kepada masyarakat Papua agar tidak terpengaruh oleh pernyataan menyesatkan yang dilontarkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Hal ini disampaikannya menanggapi siaran pers TPNPB-OPM yang dirilis pada 29 Juli 2025 oleh juru bicara mereka, Saby Sambom.
Dalam pernyataan tersebut, TPNPB menuding kehadiran aparat militer Indonesia di wilayah Dogiyai sebagai penyebab ketakutan di tengah warga sipil. Bahkan, mereka mengancam akan menggagalkan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Papua.
Menanggapi hal itu, Paulinus menegaskan bahwa informasi yang disebarkan oleh TPNPB merupakan kebohongan publik yang bertujuan memprovokasi masyarakat dan menciptakan ketakutan.
“Pernyataan yang disampaikan oleh Saby Sambom adalah pemutarbalikan fakta. TNI hadir bukan untuk menakuti, melainkan untuk melindungi masyarakat dari gangguan keamanan yang justru dilakukan oleh TPNPB,” tegas Paulinus dalam pertemuan yang digelar pada Jumat (1/8/2025) di Abepura, Kota Jayapura.
Ia juga menyebut bahwa aksi pembakaran sekolah yang dilakukan kelompok bersenjata menjadi bukti nyata bahwa TPNPB tidak berpihak pada masa depan generasi muda Papua.
“Mereka tidak ingin anak-anak Papua menjadi cerdas. Mereka membakar fasilitas pendidikan dan menciptakan suasana tidak aman. Itu bukan perjuangan, itu perusakan,” ujarnya.
Menjelang peringatan HUT RI ke-80, Paulinus mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak terhasut, dan bersama-sama menjaga kedamaian.
“Saya mengajak seluruh warga Papua untuk tidak takut dengan ancaman. Mari kita rayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan damai dan bangga. Aparat TNI-Polri akan menjamin keamanan kita semua,” tutup Paulinus. (Red)









