InfoMatoa, (Sarmi) | Pemerintah Kabupaten Sarmi terus berupaya mendorong digitalisasi sektor perikanan melalui pemanfaatan teknologi di wilayah terpencil. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sthepenson Derek, S.Kom., bersama Kepala Dinas Perikanan, Fredrik Sawefkoy, S.IP., M.AP., ke Balai Bibit Ikan Kampung Sewan, Selasa (10/9).
Balai tersebut diketahui berada di kawasan blank spot tanpa akses jaringan seluler maupun internet, sehingga menyulitkan pelaporan kegiatan dan koordinasi kerja. Untuk mengatasi kendala itu, kedua dinas sepakat memanfaatkan teknologi Starlink sebagai solusi menghadirkan layanan internet berbasis satelit.
“Kominfo hadir bukan hanya untuk menyebarkan informasi, tapi juga memastikan seluruh unit kerja pemerintah dapat memanfaatkan teknologi dalam mendukung kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sthepenson Derek.
Kadis Perikanan Fredrik Sawefkoy menambahkan, akses internet akan memudahkan petugas balai dalam mendokumentasikan kegiatan, melaporkan hasil produksi benih ikan, serta memperoleh data teknis secara real-time.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sarmi membangun sinergi antar-OPD dan menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab keterbatasan geografis. Ke depan, diharapkan balai-balai perikanan lain di wilayah terpencil juga dapat merasakan manfaat serupa.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan digital, Pemkab Sarmi optimistis sektor perikanan dapat semakin berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. [Red]









