InfoMatoa, (Paniai) | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Kepala Suku Besar Kabupaten Paniai, Melianus Yumai, menyampaikan seruan moral dan imbauan kepada seluruh masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Paniai.
Bertempat di kediaman pribadinya di Kampung Enarotali, Melianus Yumai menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menjaga kedamaian. Ia mendorong masyarakat adat agar tidak terlibat dalam konflik atau tindakan yang mengganggu stabilitas daerah, terutama menjelang perayaan nasional.
“Kami tegaskan akan arti pentingnya menjaga keharmonisan dan tidak terpancing oleh isu-isu provokatif yang berasal dari luar wilayah Paniai, khususnya di wilayah Meepago yang beberapa waktu terakhir kerap diwarnai dengan dinamika sosial yang cukup sensitif,” ujarnya.
Melianus menyatakan bahwa menjaga ketenangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat dan pemuda. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang dapat merugikan diri sendiri.
“Saya Melianus Yumai, selaku Kepala Suku Besar Kabupaten Paniai mengimbau kepada seluruh masyarakat Paniai agar tetap menjaga kamtibmas di sini jelang pelaksanaan perayaan HUT RI ke-80 tahun di Kabupaten Paniai. Kita jangan mudah terprovokasi oleh kejadian-kejadian yang terjadi di wilayah Meepago karena dapat merugikan diri kita sendiri,” tegasnya.
Melalui imbauan ini, Kepala Suku Besar juga berharap agar seluruh kepala-kepala suku lain di berbagai distrik ikut berperan aktif dalam menyampaikan pesan yang sama kepada komunitas adat masing-masing.
Ia menekankan bahwa kekuatan masyarakat adat sangat penting dalam menjaga harmoni sosial, terutama di tengah penyebaran informasi palsu (hoaks), provokasi, dan ajakan kekerasan yang sering beredar di media sosial. Imbauan ini menjadi salah satu upaya preventif berbasis kearifan lokal untuk menciptakan suasana kondusif selama masa persiapan hingga puncak peringatan kemerdekaan.(Red)









