InfoMatoa, (Nabire) | Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama delapan kabupaten secara resmi mendeklarasikan eliminasi malaria dengan semangat “Bersatu Mewujudkan Papua Tengah Bebas Malaria” pada Jumat (1/8). Kegiatan ini berlangsung di halaman Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, area Bandara Lama Nabire.
Delapan kabupaten yang turut dalam deklarasi ini yaitu Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Mimika, dan Puncak. Acara juga dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan, UNICEF, Forkopimda, serta sejumlah siswa sekolah dasar di Kabupaten Nabire.
Deklarasi ditandai dengan penandatanganan Pakta Komitmen oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan para bupati, pembacaan pakta deklarasi, pengguntingan pita eliminasi malaria, penekanan tombol sirine, hingga pelepasan balon serentak. Simbolisasi penyerahan kelambu berinsektisida juga dilakukan oleh perwakilan Kementerian Kesehatan kepada Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan bahwa malaria merupakan ancaman serius bagi pembangunan di Tanah Papua. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Surveilans Malaria (SISMAL), sekitar 93% kasus malaria di Indonesia terjadi di wilayah Papua, dengan Papua Tengah mencatat hampir 170 ribu kasus pada 2024.
“Yang lebih memprihatinkan, kasus ini banyak menyerang ibu hamil dan balita. Ini ancaman nyata terhadap masa depan SDM Papua,” ujar Meki.
Ia menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk bertindak nyata. Meski target nasional eliminasi malaria ditetapkan tahun 2030 melalui Permenkes Nomor 22 Tahun 2022, Papua Tengah, kata Meki, tidak bisa menunggu selama itu.
“Kita harus bergerak sekarang. Deklarasi hari ini adalah tonggak sejarah bagi Papua Tengah,” tegasnya.
Meki juga mendorong seluruh kepala daerah agar menjadikan penanggulangan malaria sebagai prioritas pembangunan, melalui penyediaan kelambu berinsektisida, pemberdayaan kader malaria, penguatan surveilans, serta integrasi program malaria dengan upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak.
Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penanggulangan malaria, mulai dari pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, hingga relawan dan mitra pembangunan.
“Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, saya percaya Papua Tengah bisa bebas malaria lebih cepat dari target nasional,” tutup Meki Nawipa.(Red)









