InfoMatoa, (Jayawijaya) | Setelah sukses besar pada bulan Juli lalu, festival Wamena Reggae di Jalan kembali hadir untuk kedua kalinya. Acara ini akan diselenggarakan pada Jumat, 19 September 2025, bertempat di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Tugu Salib, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Acara yang diinisiasi oleh komunitas kreatif ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan. Menurut Ketua Panitia, Lais Wenda, festival ini hadir sebagai wadah untuk merajut solidaritas dan kebersamaan di antara para pelaku seni, UMKM, fotografer, dan berbagai industri kreatif lainnya.
“Event ini kami bawa untuk merajut solidaritas dan kebersamaan. Mau pelaku seni, UMKM, fashion street, fotografer, sampai industri kreatif lainnya, semua berkumpul dalam satu ruang untuk menyalurkan kreativitas,” ujar Wenda di Wamena, Kamis (18/09).
Mengusung tema Rasta, festival ini bukan hanya menampilkan pertunjukan musik reggae. Ajang ini juga membuka ruang bagi anak-anak muda berusia 7 hingga 17 tahun untuk menunjukkan bakat mereka. Lais Wenda menambahkan bahwa di era perkembangan teknologi yang pesat, anak muda membutuhkan wadah positif.
“Banyak anak punya minat dan bakat, tapi tidak ada tempat untuk mereka kembangkan. Event ini jadi ruang agar mereka bisa bebas berkreasi,” tambahnya.
Selain seni dan musik, Wamena Reggae Street juga memberi panggung bagi para pelaku UMKM lokal, termasuk para mama penjual rajutan dan pengrajin kecil. Ini menjadi kesempatan emas bagi produk-produk lokal untuk tampil di depan umum, sesuatu yang seringkali sulit mereka dapatkan.
Panitia mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan selama acara berlangsung. Mereka menekankan agar pengunjung tidak datang dalam pengaruh alkohol atau hal-hal negatif lainnya demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Wenda menutup dengan ajakan agar semua pihak, dari anak-anak hingga orang tua, datang dan merayakan kreativitas serta kebersamaan.
“Musik itu universal. Mari datang dengan atribut rasta entah baju, topi, atau gelang. Yang penting kita hadir bersama dalam damai, merayakan kreativitas dan kebersamaan,” tutupnya.
[Red]









