BGN Pastikan Tidak Ada SPPG Fiktif dalam Program Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 07:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menanggapi isu yang sempat mencuat ke publik.

Dilansir dari tirto.id, Senin (22/9), Sony menjelaskan bahwa kabar mengenai SPPG fiktif muncul karena adanya sejumlah lokasi yang sudah dipasangi spanduk bertuliskan “Di sini akan dibangun SPPG”, tetapi pembangunan fisiknya tak kunjung berjalan.

Sampai saat ini sangat yakin tidak ada SPPG fiktif. Adapun berita SPPG fiktif muncul karena warga menemukan titik-titik lokasi dipasang banner atau spanduk bertuliskan pembangunan SPPG,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sony menambahkan, titik lokasi dengan spanduk itu memang didaftarkan oleh pihak tertentu melalui portal mitra.bgn.go.id, namun kemudian mangkrak hingga berbulan-bulan. Kondisi tersebut, kata dia, justru menghambat jalannya Program MBG karena calon mitra yang serius membangun terhalang oleh data lokasi yang terlihat penuh.

Baca Juga :  Waskita Karya Sambungkan Jalan Kwatisore–Muri, Perpendek Waktu Tempuh di Papua Tengah

Ia juga menegaskan bahwa sistem verifikasi pembangunan SPPG sangat ketat, melalui 10 tahapan mulai dari pendaftaran, pembangunan, survei lapangan, penentuan kelayakan, hingga pembuatan akun virtual sebelum dana MBG bisa dicairkan.

Dengan demikian, bila ada bangunan SPPG namun tidak ada Kepala SPPG, tidak ada PIC yayasan, maka tidak akan ada virtual account. Tidak ada virtual account maka tidak ada anggaran yang dikirimkan. Oleh karena itu, tidak akan ada SPPG fiktif,” tegas Sony.

Sebagai langkah korektif, BGN kini melakukan reset terhadap usulan yang tidak menunjukkan progres lebih dari 20 hari, membuka kanal pengaduan lewat WhatsApp dengan verifikasi bukti, serta menggelar pertemuan dengan calon mitra di 16 kota. Selain itu, usulan-usulan yang mandek dalam tahap persiapan juga dikembalikan ke status verifikasi pengajuan. [Red]

BERITA LAINNYA

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional
OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu
Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina
Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana
Kemenhub Bekukan Izin Cahaya Trans Selama 12 Bulan Usai Kecelakaan Maut di Semarang
Nadiem Makarim Siap Hadiri Sidang Dakwaan Kasus Pengadaan Laptop Usai Dua Kali Absen karena Sakit
TNI AL Amankan Kapal Bermuatan Kayu & Narkoba di Perairan Karimun, 3 Orang Diproses Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:57 WIT

Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana, Bahas Arah Besar Pendidikan dan SDM Nasional

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:51 WIT

OTT Pajak di Jakarta Utara Ungkap Dugaan Suap Rp59 Miliar, Ujian Serius Reformasi Kemenkeu

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:59 WIT

Impor Solar Disetop, Bahlil Wajibkan SPBU Swasta Serap Pasokan dari Pertamina

Senin, 12 Januari 2026 - 08:06 WIT

Tito Karnavian Percepat Pencairan Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 - 09:24 WIT

Anggaran Transfer ke Daerah Aceh Dipastikan Utuh Meski Terdampak Bencana

Berita Terbaru

Eropa - Amerika

Gedung Putih Tegaskan Sikap Trump soal Greenland Tetap Sama

Jumat, 16 Jan 2026 - 12:19 WIT

error: Content is protected !!