InfoMatoa, (Jakarta) | Pemerintah pusat mempercepat penyaluran bantuan bagi warga Sumatera. Bantuan ini menyasar rumah warga yang terdampak bencana. Kerusakannya mulai dari kategori ringan hingga berat. Mendagri Tito Karnavian kini memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Beliau menegaskan agar tim segera menyelesaikan proses verifikasi data. Langkah ini bertujuan agar masyarakat menerima bantuan dalam waktu singkat.
Target Verifikasi Tiga Hari
“Saya beri waktu mulai dari kemarin tiga hari untuk diverifikasi di tingkat BNPB, diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau tiga hari sudah clear uangnya oleh BNPB segera bayarkan, Rp15 juta yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang,” kata Mendagri Tito Karnavian saat berada di Aceh Tamiang, Minggu (11/1), dikutip dari Antara.
Tito meninjau langsung progres pemulihan pascabencana dalam kunjungan tersebut. Beliau menyerahkan bantuan ratusan gerobak dorong dan mi instan. Bantuan tersebut mengalir kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, beliau menekankan pentingnya membersihkan sisa lumpur banjir. Fokus utamanya adalah rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
Harapannya, dana bantuan tersebut mampu meringankan beban masyarakat. Warga dapat menggunakan dana untuk memperbaiki rumah secara mandiri. Mereka juga bisa bergotong royong bersama keluarga dan lingkungan sekitar.
Skema Hunian dan Biaya Hidup
Sementara itu, pemerintah menyiapkan dua skema bagi warga yang kehilangan rumah. Opsi pertama, warga tetap tinggal di tenda pengungsian. Mereka akan menerima bantuan biaya hidup secara rutin. Selanjutnya, opsi kedua adalah pindah ke hunian sementara (Huntara). Saat ini, pemerintah sedang membangun 600 unit Huntara bagi warga.
“Untuk opsi kedua, mereka diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, dan dapat diperpanjang sebagai uang untuk menunggu sampai hunian dibangun baru,” jelas Tito.
Di samping itu, pemerintah juga membuka peluang pembangunan rumah mandiri. BNPB akan memberikan dukungan dana bagi warga yang memilih skema tersebut.
“Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, diberikan dana di Rp60 juta oleh BNPB,” ujarnya.
Mendagri juga mendorong para pengungsi agar segera pulang ke rumah. Hal ini berlaku setelah mereka menerima dana perbaikan. Pasalnya, kondisi di pengungsian tidak ideal untuk jangka panjang. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi.
“Karena itu enggak sehat, di tenda sudah mulai ada yang sakit, kemudian juga yang kasihan anak-anak bayi. Nah, untuk itu kemarin saya mengejar untuk pemerintah daerah dan sudah disampaikan oleh bupati, sedapatnya dulu sampaikan data masyarakat yang rumahnya rusak ringan dan sedang,” kata Tito.
Pemerintah berharap proses pemulihan berjalan lebih cepat melalui percepatan pendataan ini. Akhirnya, warga terdampak bisa segera menjalani kehidupan normal kembali. [Red]









