InfoMatoa, (PNG) | Dalam momentum perayaan 50 Tahun Kemerdekaan Papua Nugini (PNG), Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menggelar serangkaian kegiatan kemanusiaan melalui Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial. Langkah ini menjadi wujud diplomasi pertahanan Indonesia yang humanis sekaligus bersahabat lintas negara.
Seperti diberitakan KBRN Port Moresby, kegiatan tersebut melibatkan dua kapal perang Indonesia, yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, yang hadir sebagai andalan Satgas Port Visit 2025. Kehadiran kedua kapal itu bukan hanya simbol kekuatan bangsa, melainkan juga membawa misi kemanusiaan dan persaudaraan.
Bakti kesehatan dilaksanakan di atas KRI WSH-991 dengan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Lebih dari 200 pengunjung, termasuk warga negara Indonesia (WNI) maupun masyarakat Papua Nugini, menerima layanan medis tersebut. Tenaga medis TNI tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menebarkan semangat persaudaraan lintas batas negara. Antusiasme masyarakat pun menjadi bukti penerimaan hangat atas kontribusi nyata Indonesia di PNG.
Selain layanan medis, TNI turut menggelar bakti sosial berupa pembersihan dan pengecatan rumah ibadah, serta membagikan paket sembako kepada masyarakat. Aksi ini mencerminkan kepedulian Indonesia terhadap kehidupan sosial warga setempat.
Menurut Biro Infohan Setjen Kemhan, rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya dilakukan melalui forum resmi, tetapi juga lewat aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Kehadiran Satgas Port Visit 2025 di Papua Nugini dipandang bukan sekadar penugasan militer, melainkan juga misi kemanusiaan yang memperkuat persaudaraan regional sekaligus mengemban kehormatan bangsa Indonesia. [Red]









