InfoMatoa, (Korut) | Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba rudal jelajah strategis jarak jauh pada Minggu (28/12). Aksi ini berlangsung hanya beberapa hari menjelang akhir tahun. Selain itu, uji coba tersebut mempertegas fokus Pyongyang dalam memperkuat kemampuan militer dan penangkal nuklirnya.
Respon Militer Korea Selatan dan Hasil Uji Coba
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengabarkan bahwa Kim merasa puas melihat rudal tersebut terbang tepat sasaran. Namun demikian, mereka tidak merinci lokasi peluncuran maupun jarak tempuh rudal tersebut secara mendetail. Oleh sebab itu, data teknis mengenai senjata baru ini masih menjadi rahasia militer.
“Memeriksa keandalan dan respons cepat komponen penangkal nuklir [Korea Utara] secara berkala hanyalah latihan yang bertanggung jawab, mengingat negara ini menghadapi berbagai ancaman keamanan,” kata Kim seperti dikutip KCNA dan dilansir Al Jazeera.
Lebih lanjut, militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran beberapa rudal dari wilayah Sunan pada Minggu pagi. Terkait hal itu, otoritas Seoul segera memperingatkan potensi adanya uji coba rudal tambahan sebelum tahun berganti. Maka dari itu, kewaspadaan di wilayah perbatasan kini semakin meningkat.
Fokus Strategis Pembangunan Kekuatan Nuklir
Kim juga menegaskan komitmen Korea Utara untuk terus mengembangkan seluruh sumber daya persenjataan mereka. Dalam hal ini, ia menargetkan pengembangan kekuatan tempur nuklir negara yang berkelanjutan. Terlebih lagi, kehadiran Kim menggarisbawahi kemajuan militer menjelang kongres partai tahun depan.
“Kami memandang kemampuan ofensif super dahsyat sebagai perisai terbaik bagi keamanan nasional dalam mengembangkan angkatan bersenjata,” demikian KCNA mengutip pernyataan Kim.
Sebelumnya, Kim mengunjungi proyek pembangunan kapal selam bertenaga nuklir milik negara tersebut. Berdasarkan foto-foto KCNA, Kim tampak sedang memeriksa fasilitas konstruksi di dalam gedung. Meskipun demikian, foto tersebut menunjukkan bahwa unit kapal selam itu belum siap beroperasi sepenuhnya. Akhirnya, seluruh langkah militer ini bertujuan memperkuat posisi tawar Korea Utara di kancah internasional. [Red]









