InfoMatoa, (Vatikan) | Paus Leo XIV memerintahkan pengiriman 5.000 dosis antibiotik untuk anak-anak di Gaza sebagai bentuk bantuan kemanusiaan. Langkah ini muncul setelah jalur perlintasan bantuan dibuka kembali pasca dua tahun konflik berkepanjangan. Selain itu, tindakan ini menunjukkan kepedulian Vatikan terhadap anak-anak yang terdampak perang dan menegaskan misi Gereja untuk menolong mereka secara nyata.
Bantuan Langsung untuk Anak-Anak
Kantor Amal Kepausan menyiapkan obat-obatan agar anak-anak menerima dukungan medis segera. Selanjutnya, Patriarkat Latin Yerusalem membagikan antibiotik langsung kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, anak-anak mendapat obat tepat waktu. Selain itu, keluarga mereka ikut terbantu karena beban perawatan medis berkurang.
“Kami melaksanakan pesan dari Seruan Apostolik Dilexi te, yang didedikasikan bagi kaum miskin,” kata Kardinal Konrad Krajewski, Prefek Dikasteri untuk Pelayanan Amal.
Kardinal Konrad menekankan bahwa Gereja hanya dapat dipercaya jika aksi nyata tercermin melalui kedekatan dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan. Selain itu, ia menambahkan bahwa setiap bantuan harus berbentuk konkret agar membawa manfaat langsung bagi masyarakat terdampak.
Pembukaan Jalur Kemanusiaan di Gaza
Paus menyatakan bahwa pembukaan jalur kemanusiaan memungkinkan pengiriman bantuan lebih efektif. Ia menyebut langkah ini sebagai “percikan harapan bagi Tanah Suci.” Selain itu, pembukaan jalur memudahkan pengiriman peralatan medis tambahan sehingga anak-anak dan keluarga mereka mendapatkan dukungan lebih lengkap.
Upaya Amal Berkelanjutan di Ukraina
Paus juga mengirim bantuan ke Ukraina. Bersama Basilika Santa Sofía di Roma, Vatikan mengirim truk berisi makanan, minyak, produk kebersihan, dan kebutuhan pokok ke Kharkiv. Selain itu, staf Vatikan mengantarkan generator listrik dan pakaian hangat agar warga sipil bisa menghadapi musim dingin dengan aman. Dengan demikian, bantuan ini meringankan penderitaan warga dan memperkuat solidaritas antarwarga secara nyata.
Pesan Solidaritas Paus
Vatikan menegaskan bahwa melalui bantuan ini, Paus mendekatkan diri pada penderitaan warga yang kelelahan akibat bertahun-tahun perang. Selain itu, tindakan ini menunjukkan komitmen Gereja untuk memberikan bantuan nyata, mendukung kesejahteraan anak-anak, dan memastikan warga sipil menerima perhatian serta perlindungan. Dengan langkah-langkah konkret ini, Gereja membuktikan bahwa solidaritas berjalan melalui aksi nyata dan kepedulian langsung. [Red]









