InfoMatoa, (Jayawijaya) | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan secara resmi meluncurkan Program Cetak Sawah Jayawijaya seluas 2.000 hektare yang tersebar di lima distrik. Acara pembukaan tersebut digelar pada Sabtu (18/10) di halaman Kantor Kampung Tulem, Distrik Witawaya, dan dipimpin langsung oleh Drs. Demianus Wasuok Siep, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan.
Langkah Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
Program ini menjadi strategi utama pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong Swasembada Pangan Nasional di wilayah pegunungan. Selain itu, dengan adanya Program Cetak Sawah Jayawijaya, pemerintah berupaya menjadikan Jayawijaya sebagai pusat produksi pangan bagi delapan kabupaten di Papua Pegunungan.
“Pemerintah akan terus mengoptimalkan Program Cetak Sawah Rakyat sebagai strategi menghadapi ketidakstabilan harga pangan global dan memperkuat ketahanan pangan lokal.” ujar Demianus Wasuok Siep.
Ia pun mengajak para petani agar bekerja bersama, mengolah lahan secara produktif, dan memperluas areal tanam. Menurutnya, langkah itu akan membantu masyarakat mencapai kemandirian pangan.
“Jayawijaya harus menjadi lumbung pangan wilayah pegunungan. Mari bekerja keras agar program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.” tambahnya.
Kolaborasi dan Pendampingan Teknis
Selanjutnya, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan, Sem Kepno, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, petani, dan kelompok tani dalam menyukseskan program.
“Lahan baru ini harus segera ditanami, dirawat, dan dipanen. Kami akan memberikan pendampingan teknis agar program berjalan maksimal.” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan bagi peningkatan produksi pangan di Jayawijaya.
Lima Distrik Penerima Manfaat
Sementara itu, program cetak sawah mencakup lima distrik, yakni Witawaya (808 hektare), Kurulu (502 hektare), Piramid (354 hektare), Libarek (277 hektare), dan Pisugi (59 hektare). Melalui program ini, pemerintah membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, doa bersama dan ungkapan terima kasih dari warga yang menyambut baik inisiatif pemerintah menjadi penutup acara. Melalui cetak sawah ini, Papua Pegunungan semakin yakin mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan mandiri. [Red]









