Workshop Pengukir Muda Asmat Dorong Kreativitas dan Pelestarian Budaya Lokal

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 09:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Asmat) | Generasi muda Asmat kembali diajak mengasah keterampilan seni ukir tradisional melalui Workshop Pengukir Muda Asmat yang berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Museum Keuskupan Agats, Distrik Agats, Kabupaten Asmat. David Jimnipits, Ketua Lembaga Musyawarah Adat Asmat (LMAA), memimpin kegiatan ini dengan tema “Menumbuhkan Kreativitas Pengukir Muda Asmat untuk Mendukung Program Pemerintah dan Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif.”

Workshop ini diikuti guru pendamping dari SMA Yan Smith Agats, SMAK Seminari YP Asmat, dan SMP Negeri 3 Agats. Selain itu, staf dan pengurus museum juga hadir untuk mendukung kegiatan. Dalam sambutannya, David Jimnipits menekankan bahwa pengembangan kreativitas dan keterampilan mengukir menjadi kunci pelestarian budaya Asmat. Ia menambahkan bahwa seni ukir tidak hanya hobi, tetapi juga sarana mempertahankan warisan budaya.

Generasi muda harus memahami bahwa setiap ukiran mencerminkan filosofi hidup masyarakat Asmat. Dengan kreatifitas yang terarah, budaya kita akan terus hidup,” ujar David Jimnipits.

Lebih lanjut, John Ohoiwirin mengingatkan peserta tentang pentingnya etika adat, mencintai lingkungan, dan menjauhi kebiasaan buruk. Ia menegaskan bahwa setiap ukiran harus lahir dari jiwa yang bersih dan kesadaran penuh terhadap nilai budaya.

Baca Juga :  Seminar Pencegahan Korupsi Dana Otsus Digelar di Merauke

Kegiatan workshop berlanjut dengan pemutaran video budaya Asmat. Selanjutnya, peserta menjelajah museum dan berbagi kesan serta pesan mereka. Puncak acara adalah praktik mengukir yang berlangsung hingga sore hari. Dengan praktik langsung, peserta dapat mengasah keterampilan mereka secara nyata.

Baca Juga :  Merauke Mulai Nilai 12 Puskesmas Menuju BLUD, Bupati Tekankan Disiplin dan Mutu Layanan

Workshop ini bertujuan menumbuhkan semangat, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap seni ukir tradisional. Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan kembali nilai budaya, filosofi hidup, dan etika adat. Dengan begitu, peserta tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami makna di balik setiap ukiran.

Kami berharap workshop ini melahirkan pengukir muda yang mampu menjaga budaya Asmat dan menjadi teladan bagi masyarakat,” pungkas David Jimnipits.

[Red]

BERITA LAINNYA

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026
Raker Perdana KPPS 2025–2030 Dibuka, Pemuda Papua Selatan Didorong Jadi Motor Pembangunan
Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga
Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa
Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan
DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat
PT ACP Umumkan Rencana Penanaman Baru Sawit di Merauke Mulai 2026
Prosesi Adat Pencabutan Salib Digelar, Pembangunan PSN di Wanam Kembali Berjalan
Berita ini 7 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:41 WIT

Polres Mappi Perkuat Tata Kelola Anggaran Lewat Sosialisasi DIPA 2026

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:08 WIT

Stok Bapokting di Merauke Cukup, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan Harga

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:07 WIT

Kasad Pimpin Natal Bersama TNI-Polri 2026, Tekankan Perdamaian dan Pengabdian untuk Bangsa

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:50 WIT

Mentan Pimpin Rakor Serapan Gabah 2026, Tekankan Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Senin, 12 Januari 2026 - 09:12 WIT

DPRD Merauke Minta Reklamasi Pantai Lampu Satu Dikaji Menyeluruh Libatkan Tokoh Adat

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!