InfoMatoa, (Teluk Bintuni) | Kabupaten Teluk Bintuni kembali menggelar Program Belajar Matematika Gampang Asyik Menyenangkan (Gasing). Pelatihan yang berlangsung pada 3–21 November di SMP Negeri 2 Teluk Bintuni ini menyasar para guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk memperkuat kompetensi pengajaran matematika dasar secara cepat dan menyenangkan.
Agnes, guru SMP Persiapan Meyado, menilai metode Gasing sangat layak diadopsi di sekolah-sekolah. Menurutnya, metode ini mampu membangkitkan semangat belajar siswa sekaligus mempermudah pemahaman konsep dasar matematika. Dinas Pendidikan Teluk Bintuni bersama dengan Yayasan Profesor Yohanis Surya yang mengembangkan metode ini.
“Metode ini sangat bagus. Sebagai guru saya merasa sangat terbantu terutama dalam materi penjumlahan dan perkalian. Saat diterapkan nanti, ini akan sangat membantu anak-anak, khususnya di wilayah Papua,” ujarnya.
Agnes juga berharap pemerintah daerah dapat menggelar olimpiade matematika tingkat kabupaten untuk meningkatkan motivasi belajar. Ia menambahkan bahwa kemampuan perkalian siswa di Stenkol masih rendah, sehingga ia bertekad menyebarkan metode Gasing kepada murid-muridnya.
Sementara itu, trainer Yayasan Profesor Yohanis Surya, Witnny Stesia Warouw, menjelaskan bahwa antusiasme para guru sangat tinggi. Meski pada awalnya mereka tampak kaku dan bingung, seiring waktu peserta mulai terbiasa dengan pola berhitung cepat Gasing.
“Awalnya guru masih bingung dan kaku, tapi lama-lama mereka mulai menyesuaikan. Semangat dan kepercayaan diri mereka luar biasa,” katanya.
Pelatihan Gasing saat ini berfokus pada materi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pembelajaran melalui tiga tahapan: konkrit, abstrak, dan mencongak. Misalnya, perkalian 3 × 5 = 15 dijelaskan secara konkrit menggunakan tiga kotak berisi lima benda di setiap kotaknya, sehingga konsep mudah ditangkap.
Witnny berharap para peserta dapat meneruskan ilmu yang mereka peroleh kepada rekan-rekan guru lain di seluruh Teluk Bintuni, baik secara mandiri maupun melalui komunitas. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memberikan dukungan berkelanjutan supaya semangat berbagi dan kualitas pembelajaran matematika terus meningkat. [Red]









