Polisi Australia Sebut Penembakan Massal di Pantai Bondi Terkait Ideologi ISIS

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Australia) | Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, menyatakan penembakan massal di kawasan Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12), dipicu oleh ideologi kelompok teroris ISIS. Seorang ayah dan anak, Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24), melakukan aksi tersebut saat perayaan Hanukkah Yahudi berlangsung di lokasi itu.

Peristiwa penembakan itu menewaskan 16 orang. Salah satu korban tewas adalah Sajid Akram yang meninggal dalam baku tembak dengan polisi. Sementara itu, Naveed Akram mengalami luka-luka. Aparat menahan Naveed dan merawatnya di rumah sakit.

Penyelidikan Awal dan Temuan Polisi

Kepolisian NSW menyebut penyelidikan awal mengarah pada motif ideologi ekstrem ISIS. Kemudian, pada Selasa (16/12), polisi mengungkapkan temuan penting dari kendaraan pelaku. Mobil yang terdaftar atas nama Naveed itu berisi alat peledak rakitan dan dua bendera ISIS.

Baca Juga :  Terobosan Baru dalam Pengobatan Kanker: Rusia Mengembangkan Vaksin Enteromix

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai temuan tersebut memperkuat indikasi keterkaitan dengan ekstremisme.

Bendera-bendera itu menunjukkan bahwa penyimpangan radikal dari Islam benar-benar merupakan masalah, tidak hanya di Australia tetapi juga secara global,” ujar Albanese, seperti dikutip CNN.

Albanese menjelaskan bahwa badan intelijen Australia pernah menyelidiki Naveed Akram. Penyelidikan itu berlangsung selama enam bulan. Saat itu, intelijen menelusuri keterkaitannya dengan dua terpidana terorisme. Namun, aparat belum menemukan bukti radikalisasi, sehingga mereka menghentikan pemantauan intensif.

Riwayat Perjalanan dan Dugaan Radikalisasi

Pihak berwenang kini menyelidiki kemungkinan bahwa proses radikalisasi terjadi setelah periode tersebut. Sementara itu, polisi juga pernah mewawancarai Sajid Akram pada 2019, tetapi pemeriksaan saat itu tidak menemukan indikasi paham radikal.

Baca Juga :  RI–China Perkuat Kerja Sama Keuangan Lewat QR Code

Polisi Australia menelusuri riwayat perjalanan kedua pelaku ke Filipina pada bulan lalu. Otoritas Filipina mengonfirmasi kedatangan keluarga Akram pada 1 November. Mereka menyebut tujuan akhir perjalanan itu adalah Davao di Pulau Mindanao.

Mindanao dikenal sebagai wilayah dengan konflik berkepanjangan. Selain itu, sejumlah kelompok militan Islamis beroperasi di kawasan tersebut. Kelompok seperti Abu Sayyaf bahkan kerap dikaitkan dengan aksi teror, penculikan warga sipil, dan serangan terhadap aparat keamanan.

Pemerintah Australia berharap penyelidikan menyeluruh dapat mengungkap jaringan dan proses radikalisasi secara tuntas. Oleh karena itu, pemerintah menilai hasil penyelidikan penting untuk memperkuat pencegahan ekstremisme. Upaya ini diharapkan mencegah tragedi serupa dan menjaga keamanan masyarakat. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 8 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!