Malaysia Tegaskan Misi Perdamaian ASEAN di Tengah Konflik Thailand-Kamboja

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Malaysia) | Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, memberikan penegasan penting. Sejak awal, pembentukan ASEAN bertujuan menjaga perdamaian di Asia Tenggara. Hasan menyampaikan pernyataan tersebut di Kuala Lumpur pada Senin. Ia membuka pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN. Agenda utama pertemuan adalah membahas perdamaian konflik perbatasan Thailand-Kamboja.

Ketika ASEAN didirikan, tujuan utamanya adalah sebagai sebuah proyek politik dan keamanan—sebuah proyek yang bertujuan mewujudkan perdamaian regional,” kata Mohamad Hasan dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia.

Ia mengingatkan ketetapan penting pada tahun 1971. Saat itu, ASEAN menetapkan Asia Tenggara sebagai zona ZOPFAN. Selanjutnya, Perjanjian TAC pada 1976 memperkuat komitmen tersebut. Menurut Hasan, prinsip utama ASEAN bersifat abadi. Hal ini meliputi sikap non-intervensi dan penyelesaian sengketa secara damai. Selain itu, organisasi ini menolak penggunaan kekerasan demi stabilitas regional.

Baca Juga :  China Berhasil Luncurkan Satelit Tianhui-7 dari Jiuquan

Menjaga Kredibilitas di Tengah Krisis Geopolitik

ASEAN telah memegang prinsip ini selama hampir enam dekade. Hasan menilai organisasi ini sangat tangguh dan adaptif. Namun, ia melihat ASEAN kini berada pada titik kritis. Disrupsi geopolitik global berpotensi menggerus fondasi tatanan kawasan. Hal ini juga mengancam kredibilitas ASEAN sebagai proyek integrasi damai.

Dalam dunia dan kawasan ASEAN yang sangat saling terhubung, satu guncangan keamanan merupakan urusan ASEAN sekaligus menjadi perhatian global,” ujarnya.

Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025 menyatakan keprihatinan mendalam. Konflik Thailand-Kamboja telah memakan korban sipil. Dampaknya juga memicu perpindahan penduduk dalam jumlah besar. Kondisi ini sangat mempengaruhi mata pencaharian masyarakat setempat.

Fasilitasi Dialog dan Langkah Perdamaian Nyata

Konflik ini pecah kembali pada Juli 2025 lalu. Oleh karena itu, PM Anwar Ibrahim aktif memfasilitasi dialog kedua negara. Upaya ini menghasilkan Perjanjian Gencatan Senjata pada 28 Juli. Selanjutnya, kedua pihak menandatangani Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur. Momen bersejarah ini terjadi pada 26 Oktober 2025 dalam KTT ke-47 ASEAN.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar dan tim TNI AL bahas pelayaran diplomasi

Malaysia mendesak kedua negara melaksanakan kesepakatan secara penuh. Mereka harus menahan diri dari tindakan militer lanjutan. Sebab, hal itu dapat memperburuk situasi keamanan di lapangan. Selain jalur diplomatik, Malaysia mengerahkan Tim Pengamat ASEAN (AOT). Tim ini memantau kondisi melalui koordinasi militer dengan kedua negara.

Hasan mengapresiasi kehadiran para menteri luar negeri lainnya. Ia berterima kasih kepada Prak Sokhonn dan Sihasak Phuangketkeow. Mereka bersedia duduk bersama mencari solusi damai. Pertemuan khusus ini bertujuan memperkuat kembali semangat dialog. Langkah tersebut akan membuka jalan bagi pemulihan stabilitas. Dengan demikian, perdamaian berkelanjutan di Asia Tenggara dapat terwujud. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!