InfoMatoa, (Korut) | Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninjau langsung proyek kapal selam bertenaga nuklir. Beliau ingin memperkuat kemampuan tempur angkatan laut negaranya secara signifikan. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan kegiatan tersebut pada Kamis (25/12). Kim menegaskan pentingnya percepatan modernisasi persenjataan nuklir angkatan laut. Pasalnya, situasi keamanan di Semenanjung Korea kini sedang tidak stabil.
Modernisasi Nuklir dan Kritik Terhadap AS
Beliau juga melontarkan kritik pedas terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut berencana membangun serta mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Menurut Kim, kebijakan tersebut justru akan memperburuk ketegangan di kawasan. Oleh karena itu, Pyongyang memastikan akan memberikan respons balasan yang tegas dan setara.
“Di tengah situasi keamanan negatif yang kini menjadi realitas, mempercepat modernisasi dan persenjataan nuklir angkatan laut secara lebih radikal merupakan tugas mendesak dan pilihan yang tak terelakkan,” ujar Kim seperti dikutip KCNA.
Rencana Pertahanan Nasional dan Harapan Diplomasi
Korea Utara sudah memasukkan program kapal selam nuklir ini sejak tahun 2021. Hal tersebut tertuang rapi dalam rencana lima tahun pertahanan nasional mereka. Pemerintah Pyongyang kini fokus memperluas kemampuan pencegah militer di sektor maritim. Langkah strategis ini muncul akibat peningkatan latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan.
Semua pihak berharap perkembangan militer ini tidak memicu konflik yang lebih buruk. Sebaliknya, stabilitas di Semenanjung Korea harus tetap menjadi prioritas utama bagi dunia. Dunia internasional terus mendorong langkah dialog dan diplomasi yang konstruktif antar-negara. Hal ini bertujuan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan bagi semua. [Red]









