Drone Raksasa “Jiutian” China Berhasil Jalani Terbang Perdana, Siap Dukung Misi Sipil Skala Besar

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Beijing) | Wahana udara nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) terbaru buatan China bernama “Jiutian” sukses menjalani penerbangan perdananya pada Kamis (11/12). Aviation Industry Corporation of China (AVIC) selaku pengembang utama menyampaikan informasi ini secara resmi.

Drone berukuran besar tersebut lepas landas dari Pucheng, Provinsi Shaanxi, China barat laut. Selain itu, AVIC menjelaskan bahwa UAV ini hadir sebagai wahana serbaguna berkemampuan angkut berat untuk berbagai kebutuhan sipil.

Keberhasilan penerbangan perdana Jiutian menandai capaian penting dalam pengembangan UAV generasi baru untuk misi sipil berteknologi tinggi,” ujar perwakilan AVIC dalam pernyataan resmi.

Jiutian memiliki panjang 16,35 meter dan bentang sayap 25 meter. Selain itu, drone ini mampu mencapai bobot lepas landas maksimum 16 ton. Kapasitas angkutnya mencapai 6.000 kilogram. Dengan daya jelajah 7.000 kilometer dan durasi terbang hingga 12 jam, UAV ini mendukung operasional jangka panjang di berbagai medan.

Baca Juga :  Pertemuan Pemimpin UE di Kopenhagen Fokus pada Pertahanan dan Ukraina

Menurut AVIC, sistem muatan modular yang terpasang memungkinkan UAV tersebut menangani berbagai operasi. Mulai dari pengiriman kargo berat ke wilayah terpencil, komunikasi darurat, bantuan bencana, hingga pemetaan sumber daya dan survei geografis.

Baca Juga :  Tiongkok Gandeng AI untuk Transformasi Sektor Energi

Dengan hadirnya UAV Jiutian, China menegaskan langkah signifikan dalam teknologi drone berkapasitas besar. Selain itu, inovasi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur penanganan bencana dan layanan sipil, tetapi juga mendorong kerja sama internasional dalam pemanfaatan teknologi UAV untuk tujuan kemanusiaan dan pembangunan. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 4 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!