Harga Hortikultura di Pasar Wosi Manokwari Mulai Turun Pasca Nataru

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎InfoMatoa, (Manokwari) | Harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Wosi, Manokwari, mulai turun. Penurunan ini terjadi setelah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Daftar harga bawang merah, cabai kecil, cabai keriting, dan tomat kini menunjukkan tren penurunan tersebut.

Alin (25), salah satu pedagang di Pasar Wosi, menyebutkan penurunan harga mulai terjadi awal Januari 2026. Sebelumnya, harga sempat melonjak tajam sejak akhir November 2025. Tingginya permintaan masyarakat memicu kenaikan harga menjelang Nataru. Selain itu, ketersediaan pasokan yang terbatas tidak mampu mengimbangi kebutuhan pasar saat itu.

‎“Untuk cabai kecil, harga normal itu di kisaran Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram. Tapi menjelang Nataru kemarin sempat naik sampai Rp140 ribu per kilogram, itu sudah harga tertinggi,” ujar Alin saat menemui media di Pasar Wosi, Sabtu (3/1).

Ia menjelaskan bahwa saat ini harga cabai kecil berada di kisaran Rp75 ribu per kilogram. Sementara itu, cuaca yang tidak menentu menyulitkan kepastian harga cabai keriting. Adapun bawang merah masih memiliki harga yang relatif tinggi. Harganya berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Untuk komoditas tomat, harga berada pada kisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi OAP, Papua Barat Targetkan 400 NIB Lewat Sistem Jemput Bola

Alin menambahkan bahwa pasokan komoditas hortikultura berasal dari petani lokal dan luar daerah. Pedagang mengambil pasokan dari petani lokal hampir setiap hari. Hal ini terjadi karena daya tahan barang yang relatif singkat. Oleh sebab itu, pedagang perlu mengganti stok barang setiap dua hari sekali. Komoditas lokal tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Kebar, SP, dan Anggi.

Baca Juga :  Pemkab Kaimana Sediakan Kapal Subsidi untuk Perkuat Akses Transportasi di Tiga Distrik Terpencil

Sementara itu, pasokan dari luar daerah seperti Makassar, Probolinggo, dan Bima bergantung pada jadwal kapal. Komoditas dari luar daerah ini memiliki daya simpan lebih lama hingga satu minggu. Kelebihan tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar dalam proses pendistribusian barang ke konsumen.

Ia juga mengungkapkan bahwa pasokan lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar Manokwari. Maka dari itu, pedagang masih mendatangkan komoditas dari luar daerah. Saat ini, pengiriman barang tersebut baru berasal dari Makassar. Khusus bawang putih, pedagang mendatangkan seluruh pasokan dari luar daerah. Hal ini terjadi karena petani lokal belum menyediakan komoditas tersebut di pasar. [Red]

BERITA LAINNYA

Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan
BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai
Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium
Polres Fakfak Tegaskan Zero Tolerance Penyimpangan Anggaran, Kapolres: Setiap Rupiah adalah Amanah Rakyat
Ratusan Muslimah Wahdah Islamiyah Teluk Bintuni Ikuti Daurah Ramadhan, Siap Sambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Akhlak
Pemkab Pegunungan Arfak Dorong Pendirian BUMD, Strategi Percepat Pembangunan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Efisiensi Anggaran Pusat, Pemkab Manokwari Kaji Ulang Pembiayaan Honorer
Kepala BLK Fakfak Dorong Pemerintah Perkuat SDM Lokal Hadapi Lonjakan Investasi
Berita ini 2 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:09 WIT

Pemkab Manokwari Tertibkan Kios Liar Pelabuhan Jelang Pesparawi 2026, Pedagang Dapat Santunan

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:17 WIT

BPK Temukan Dua Masalah Serius Layanan Kesehatan di Teluk Wondama: Tenaga Medis Terbatas, Sarpras Belum Memadai

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:46 WIT

Bupati Hasan Achmad Tegaskan Komitmen Percepatan SDM Kaimana Lewat Pendidikan, 24 Mahasiswa RPL Unimuda Diyudisium

Senin, 12 Januari 2026 - 12:04 WIT

Polres Fakfak Tegaskan Zero Tolerance Penyimpangan Anggaran, Kapolres: Setiap Rupiah adalah Amanah Rakyat

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:11 WIT

Ratusan Muslimah Wahdah Islamiyah Teluk Bintuni Ikuti Daurah Ramadhan, Siap Sambut Bulan Suci dengan Ilmu dan Akhlak

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!