InfoMatoa, (China) | Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Pertemuan penting tersebut berlangsung di Beijing. Presiden Xi ingin menegaskan stabilitas dan kesinambungan hubungan kedua negara.
“China selalu memandang hubungannya dengan Korea Selatan sebagai hal yang penting. Kebijakan China terhadap Korea Selatan akan terus mempertahankan kontinuitas dan stabilitas,” kata Presiden Xi dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (6/1).
Pertemuan berlangsung di Balai Besar Rakyat pada Senin (5/1) malam. Sebelum memulai diskusi, Presiden Xi didampingi Ibu Negara Peng Liyuan mengadakan upacara penyambutan. Mereka menyambut hangat kehadiran Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung.
Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memberikan penghormatan resmi saat Presiden Lee tiba. Selanjutnya, korps musik mengumandangkan lagu kebangsaan kedua negara. Lapangan Tiananmen juga bergemuruh oleh letusan 21 tembakan meriam sebagai bentuk kehormatan.
Diplomasi Strategis dan Kepercayaan Politik
Presiden Xi menekankan posisi kedua negara sebagai tetangga dan mitra strategis. Beliau merasa perlu meningkatkan intensitas pertukaran pejabat tingkat tinggi. Selain itu, kedua pihak harus memperkuat kepercayaan politik mereka secara mendalam.
“China siap bekerja sama dengan Korea Selatan untuk mengarahkan jalannya kerja sama. Langkah ini akan mempromosikan hasil yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” ujar Xi.
Beliau juga menegaskan tradisi menjunjung perdamaian dan harmoni antara kedua bangsa. Hal ini tetap berlaku meskipun terdapat perbedaan sistem sosial dan ideologi.
“Kedua negara harus terus meningkatkan saling percaya dan menghormati jalur pembangunan masing-masing. Kita perlu mengakomodasi kepentingan inti satu sama lain melalui dialog dan konsultasi,” tambahnya.
Dalam bidang ekonomi, Presiden Xi menyoroti eratnya hubungan perdagangan kedua negara. Beliau juga memuji integrasi rantai industri serta pasokan yang sudah terjalin. Oleh karena itu, sinergi strategi pembangunan harus menjadi fokus utama saat ini.
“Kita harus memperkuat koordinasi kebijakan dan memperluas kerja sama bidang baru. Contohnya adalah kecerdasan buatan, industri hijau, dan ekonomi untuk warga lanjut usia,” kata Xi.
Selain itu, beliau mengusulkan peningkatan pertukaran antarmasyarakat dalam berbagai sektor. Program ini mencakup bidang kepemudaan, media, olahraga, hingga lembaga penelitian. Tujuannya adalah untuk memperkuat dukungan publik terhadap hubungan bilateral kedua negara.
Pemulihan Hubungan dan Penandatanganan Kerja Sama
Sementara itu, Presiden Lee Jae Myung menegaskan pentingnya hubungan dengan China. Beliau memanfaatkan kunjungan kenegaraan pertama di awal tahun ini secara maksimal. Lee ingin memperkuat momentum pemulihan hubungan bilateral antara kedua pihak.
“Korea Selatan siap memperdalam kemitraan kerja sama strategis dengan China. Kami mencari titik temu dalam perbedaan untuk membuka prospek baru,” ujar Lee.
Lee juga menegaskan komitmen Korea Selatan terhadap prinsip Satu China. Beliau menyebut kerja sama perdagangan telah memberikan manfaat nyata bagi pembangunan. Sektor ekonomi sangat mendukung kemajuan masing-masing pihak selama ini.
Setelah pertemuan usai, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan 15 dokumen kerja sama. Dokumen tersebut mencakup bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta lingkungan. Selain itu, kerja sama meluas ke sektor transportasi, ekonomi, hingga perdagangan.
Pada malam hari, Presiden Xi Jinping menggelar jamuan makan malam kenegaraan. Acara mewah tersebut berlangsung di Aula Emas Gedung Agung Rakyat. Ibu Peng Liyuan turut menyambut Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Kim Hye Kyung.
Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan Asia Timur. Kerja sama ini menjadi penyeimbang di tengah dinamika geopolitik global saat ini. Selanjutnya, perdamaian dan pertumbuhan ekonomi akan terus berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat kedua negara. [Red]









