FBI Buka Kantor di Selandia Baru, Perkuat Jejak Intelijen AS di Pasifik

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 21:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Jakarta) | Amerika Serikat memperkuat kehadiran intelijennya di kawasan Pasifik dengan membuka kantor permanen FBI di Selandia Baru. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat kerja sama keamanan di tengah meningkatnya pengaruh China di wilayah tersebut.

Direktur FBI, Kash Patel, meresmikan langsung kantor tersebut di Wellington pada Kamis (31/7). Dalam kunjungannya ke Selandia Baru, ia menggelar pertemuan dengan pejabat senior pemerintah, termasuk pemimpin badan intelijen dan aparat penegak hukum.

“Banyak tantangan global hari ini sedang kami tangani bersama mitra kami di kawasan ini, termasuk Selandia Baru,” ujar Patel dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Wellington.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

FBI menyebutkan bahwa kantor tersebut akan menangani berbagai isu lintas batas yang krusial bagi stabilitas Pasifik, seperti kejahatan terorganisir, terorisme, eksploitasi anak, kejahatan siber, hingga ancaman intelijen asing. Kantor ini juga mencakup kemitraan operasional di negara-negara dan wilayah Pasifik seperti Samoa, Niue, Tonga, Kepulauan Cook, dan bahkan Antartika.

Selandia Baru merupakan bagian dari aliansi intelijen Five Eyes yang selama ini menjadi tulang punggung kerja sama keamanan antara AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Patel menegaskan bahwa Five Eyes tidak hanya penting bagi AS, tetapi juga bagi keamanan kawasan secara keseluruhan.

Baca Juga :  IMF Waspadai Kesenjangan Baru Akibat Revolusi AI

“Kami tidak bisa sendirian menghadapi tantangan ini. Five Eyes adalah mitra terbaik kami di dunia, dan kawasan Pasifik adalah prioritas,” katanya, menyinggung secara langsung Partai Komunis China (CCP) sebagai salah satu ancaman utama.

Pembukaan kantor FBI ini mendapat dukungan dari Menteri Intelijen Selandia Baru, Judith Collins, yang menyebut kehadiran FBI sebagai penguatan signifikan dalam upaya kolektif menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Pasifik.

Langkah ini menegaskan meningkatnya perhatian Washington terhadap kawasan Pasifik yang kian strategis secara geopolitik, khususnya dalam persaingan pengaruh dengan Beijing. (Red)

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 31 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

error: Content is protected !!