IMF Waspadai Kesenjangan Baru Akibat Revolusi AI

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 09:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoMatoa, (Washington) | Kecerdasan Buatan (AI) menjadi sorotan utama IMF karena berpotensi mendorong produktivitas global sekaligus menimbulkan kesenjangan baru baik di dalam negeri maupun antarnegara. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di sela Pertemuan Tahunan 2025 Bank Dunia dan IMF di Washington D.C., Kamis (16/10).

AI sebagai Pendorong Pertumbuhan dan Tantangan

Untuk mengantisipasi tantangan, IMF mengembangkan Indeks Kesiapan Kecerdasan Buatan (AI) yang membantu negara menilai kesiapan mereka secara komprehensif. Georgieva menilai investasi global di sektor Kecerdasan Buatan (AI) menimbulkan optimisme luar biasa. Ia memperkirakan teknologi ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,1 hingga 0,8 persen. “Saat ini pertumbuhan global sekitar 3 persen. Jika AI menambah dorongan sebesar itu, dampaknya akan terasa signifikan,” ujarnya. Karena itu, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 menjadi 3,2 persen, sebelum sedikit melambat ke 3,1 persen pada 2026.

Baca Juga :  ICC Beralih ke Open Desk Jerman, Tinggalkan Microsoft karena Tekanan Politik AS

Indeks Kesiapan AI dan Kesenjangan Negara

IMF menciptakan indeks kesiapan kecerdasan buatan (AI) dibuat untuk mengukur kesiapan negara menghadapi era teknologi ini. Indeks ini menilai empat faktor utama: infrastruktur digital, keterampilan tenaga kerja, kapasitas inovasi, dan tingkat adopsi teknologi. Namun, Georgieva menekankan kesenjangan besar antara negara maju dan berkembang. “Kita dapat melihat dunia dengan produktivitas meningkat, tetapi kesenjangan juga makin lebar,” katanya. Oleh karena itu, setiap negara perlu strategi jelas agar manfaat AI dinikmati secara merata.

Baca Juga :  Ancaman Deepfake: AI Dinilai Berpotensi Guncang Keamanan Nuklir Global

Agenda Kebijakan Global IMF

Georgieva meluncurkan Agenda Kebijakan Global IMF yang menyoroti tiga prioritas utama. Pertama, membuka pertumbuhan sektor swasta melalui inovasi dan investasi. Kedua, membangun kembali ruang fiskal serta menurunkan beban utang. Ketiga, mengurangi ketidakseimbangan global agar pertumbuhan lebih inklusif. Ia menekankan bahwa ketidakpastian memang tidak bisa dihindari, tetapi perubahan juga membawa peluang penting bagi semua pihak.

Persiapan Masyarakat Hadapi Era AI

Kristalina menekankan pentingnya menyiapkan masyarakat menyambut revolusi AI. Pendidikan, pelatihan keterampilan digital, serta kebijakan ekonomi yang tepat akan membantu mengurangi risiko ketimpangan. Dengan langkah ini akan memastikan masyarakat dapat memanfaatkan manfaat AI tanpa menimbulkan ketimpangan yang lebih luas. [Red]

BERITA LAINNYA

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi
Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa
KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada
Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland
Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral
Setelah Maduro, Trump Isyaratkan Tumbangkan Presiden Kolombia dan Pemimpin Iran
AS Klaim Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Militer Rahasia
Penjualan Tesla Anjlok pada 2025, BYD Resmi Salip Pasar EV Global
Berita ini 5 kali dibaca

BERITA LAINNYA

Kamis, 15 Januari 2026 - 09:33 WIT

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIT

Inggris Bahas Opsi Penempatan Pasukan NATO di Greenland Bersama Sekutu Eropa

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:05 WIT

KBRI Ottawa Tegaskan Asia Tenggara Mitra Strategis Kanada

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:07 WIT

Delapan Negara Eropa Tolak Ambisi Trump Caplok Greenland

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:42 WIT

Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Tegaskan Stabilitas Hubungan Bilateral

Berita Terbaru

Asia - Pasifik

China Perkuat Ambisi Internet Satelit di Orbit Rendah Bumi

Kamis, 15 Jan 2026 - 09:33 WIT

error: Content is protected !!