InfoMatoa, (Beijing) | China menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan ekonomi dan kolaborasi global dalam Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC di Korea Selatan. Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, China menempatkan diri sebagai motor utama pertumbuhan dan kemakmuran di kawasan Asia-Pasifik. Negara ini melakukannya melalui strategi perdagangan terbuka dan inovasi teknologi.
Dalam lima tahun terakhir, China mempertahankan posisinya sebagai negara perdagangan barang terbesar di dunia. Sementara itu, China juga menjadi negara perdagangan jasa terbesar kedua. Nilai investasi asing yang masuk melebihi 700 miliar dolar AS. Hubungan dagang dengan negara-negara APEC tumbuh 2 persen setiap tahun. Angkanya mencapai 19,41 triliun yuan atau sekitar 2,74 triliun dolar AS.
Kebijakan ekonomi China, seperti Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (BRI), Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), dan Zona Perdagangan Bebas China-ASEAN, memperkuat konektivitas ekonomi kawasan. Selain itu, kebijakan ini memperluas kolaborasi di sektor hijau, digital, dan kecerdasan buatan (AI).
“Hambatan perdagangan di kawasan akan terus berkurang, sementara kolaborasi lintas industri akan meningkat — terutama dalam bidang teknologi hijau dan AI,” ujar Liu Jing, Kepala Ekonom China Raya di HSBC.
Selain menjadi episentrum perdagangan, China menempatkan inovasi sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi. Keunggulan di bidang AI, robotika, dan energi terbarukan menjadikan negara ini pemimpin global dalam teknologi tinggi.
“Semakin banyak perusahaan asing membangun pusat penelitian di China. Sementara itu, perusahaan China memperluas jangkauan global mereka. Hal ini menciptakan efek limpahan positif bagi seluruh kawasan Asia-Pasifik,” tambah Liu.
Menurut Dai Erbiao, Direktur Asian Growth Research Institute, kerja sama lintas sektor yang ditekankan China telah membantu Asia-Pasifik menjadi pusat global inovasi ilmiah dan teknologi. Ia meyakini, sebagai tuan rumah APEC berikutnya, China akan memperkuat sinergi regional melalui pengembangan industri hijau, teknologi hayati, dan sektor perawatan kesehatan.
Keterbukaan dan inovasi berkelanjutan membuat China tetap menjadi pilar stabilitas ekonomi dunia. Selain itu, China juga menjadi mitra utama dalam mewujudkan pertumbuhan inklusif di kawasan Asia-Pasifik. [Red]









