InfoMatoa, (Korea Selatan) | Pertemuan para menteri perdagangan dan luar negeri negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Gyeongju, Korea Selatan, menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional di tengah perubahan global yang cepat dan penuh tantangan. Selain itu, forum tersebut menegaskan kembali komitmen APEC untuk memanfaatkan inovasi digital serta membangun rantai pasok yang tangguh demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perjalanan Ekonomi Korea Selatan
Dalam sambutan pembukaannya, Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-Koo menyoroti perjalanan panjang negaranya dari masa sulit pascaperang menuju kekuatan ekonomi global. Ia menyebut keberhasilan Korea sebagai cerminan semangat keterbukaan dan perdagangan bebas yang menjadi identitas kawasan Asia-Pasifik.
“Kisah sukses Korea mencerminkan pengalaman lebih luas di kawasan Asia-Pasifik. Sejak APEC berdiri pada 1989, fasilitasi perdagangan dan investasi telah mengangkat lebih dari satu miliar orang dari kemiskinan.“
ujar Yeo dalam pidatonya, Rabu (29/10).
Tantangan dan Kolaborasi di Era Global
Namun, Yeo menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kawasan APEC, yang menjadi rumah bagi lebih dari 40 persen populasi dunia, menyumbang lebih dari 60 persen PDB global dan sekitar 50 persen perdagangan internasional. Selain itu, kini kawasan menghadapi tantangan baru seperti disrupsi teknologi, perubahan demografi, dan ketimpangan digital.
Pendekatan Open Plurilateral
Untuk menjawab tantangan ini, Yeo mengusulkan penguatan konektivitas melalui pendekatan open plurilateralism. Pendekatan ini merupakan model kerja sama yang fleksibel dan sukarela guna melengkapi sistem perdagangan multilateral. Dengan demikian, cara ini dapat memperkuat peran APEC sebagai laboratorium kebijakan ekonomi dan perdagangan dunia.
“Pendekatan ini dapat memperkuat peran APEC sebagai laboratorium kebijakan ekonomi dan perdagangan dunia.“
tambahnya.
Perdagangan Digital dan Kecerdasan Buatan
Selain itu, Yeo menyoroti pentingnya perdagangan digital dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar pertumbuhan baru. Korea, kata dia, tengah menginisiasi proyek “AI for Trade” dan bersiap meluncurkan “AI for Supply Chains” pada 2026 untuk memperkuat ekosistem digital di kawasan.
“Ekonomi APEC menyumbang lebih dari sepertiga ekspor layanan digital dunia dan menjadi pemimpin dalam teknologi AI. Saat kesenjangan digital melebar, baik antarnegara maupun antara perusahaan besar dan UMKM, Korea berkomitmen memastikan seluruh anggota APEC dapat menikmati manfaat inovasi digital dan AI.“
Selain itu, ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor.
Langkah Konkret APEC
Para menteri APEC sepakat perlunya langkah konkret untuk memperkuat kesiapan digital, meningkatkan daya saing, dan mengurangi kesenjangan teknologi antarnegara anggota. Dengan kata lain, kebijakan yang terkoordinasi dinilai kunci untuk memperkuat rantai pasok kawasan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kita membutuhkan semangat Gyeongju hari ini. Keterbukaan dan kerja sama akan menuntun kita menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera bagi Asia-Pasifik.“
tutup Yeo.
Menuju Pertemuan Tingkat Pemimpin
Pertemuan ini menjadi tonggak menuju APEC Economic Leaders’ Meeting yang akan diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 1 November 2025 di Gyeongju. Selain itu, pertemuan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pertemuan tingkat menteri di bawah kepemimpinan Korea Selatan tahun ini. Dengan demikian, forum tersebut mempertegas arah baru APEC untuk memperkuat kerja sama digital dan perdagangan lintas batas di kawasan Asia-Pasifik. [Red]









