InfoMatoa, (Selandia Baru) | Pemerintah Selandia Baru melaporkan kemajuan signifikan dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker. Selain itu, Laporan Situasi Kanker Selandia Baru 2025 dari Badan Pengendalian Kanker menjelaskan peningkatan tersebut, sebagaimana dilansir Xinhua.
Menteri Kesehatan Selandia Baru Simeon Brown menjelaskan bahwa tren penurunan jumlah perokok, perluasan akses skrining, dan meningkatnya angka harapan hidup menunjukkan efektivitas kebijakan kesehatan publik pemerintah. Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan capaian tersebut.
“Angka perokok terus menurun di semua etnis, program skrining lebih efektif dan mudah diakses, dan angka harapan hidup jangka panjang meningkat selama dua dekade terakhir,” ujar Brown.
Sebagai bagian dari penguatan layanan, pemerintah menyalurkan pendanaan besar untuk menyediakan 33 jenis obat kanker melalui Pharmac, badan pendanaan obat nasional. Selain itu, nilai totalnya mencapai 604 juta dolar Selandia Baru atau sekitar 350 juta dolar AS. Pemerintah juga memperkuat pembangunan dan peningkatan infrastruktur pengobatan kanker melalui investasi tersebut.
Selanjutnya, pemerintah menurunkan usia pemeriksaan usus menjadi 58 tahun untuk menyelaraskan kebijakan dengan Australia. Di samping itu, pemerintah memperluas cakupan usia skrining payudara hingga 70–74 tahun dan meluncurkan strategi penghapusan kanker serviks pertama di negara tersebut.
Meskipun mencatat kemajuan, laporan itu memproyeksikan lonjakan jumlah diagnosa kanker. Lebih jauh, jumlah kasus berpotensi meningkat dari lebih dari 30.000 pada 2025 menjadi lebih dari 45.000 pada 2044. Untuk mengantisipasi tren tersebut, pemerintah menyiapkan pembaruan Rencana Aksi Kanker Selandia Baru 2019–2029 dan akan merilisnya tahun depan.
Dengan berbagai langkah penguatan layanan kesehatan ini, pemerintah Selandia Baru berharap strategi pencegahan dan deteksi dini bekerja lebih efektif. Pada akhirnya, mereka ingin masyarakat memperoleh peluang lebih besar untuk mendapatkan pengobatan tepat waktu dan menurunkan risiko kematian akibat kanker. [Red]









