InfoMatoa, (New York) | Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang disebut ‘menggelegar’ dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, (23/9).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti berbagai isu strategis dunia mulai dari perdamaian di Timur Tengah, krisis Gaza, solusi dua negara Palestina–Israel, hingga komitmen Indonesia terhadap ketahanan pangan dan krisis iklim.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi bagian aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, bahkan dengan mengerahkan 20 ribu pasukan perdamaian jika diperlukan dan disetujui PBB.
Berikut delapan poin penting pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB:
- Kesetaraan Umat Manusia
Prabowo menegaskan meski ras dan agama berbeda, seluruh manusia adalah satu keluarga besar. Ia menyinggung Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat yang menginspirasi Deklarasi HAM PBB 1948. - Pengalaman Indonesia Dijajah
Prabowo menceritakan pengalaman pahit Indonesia berabad-abad dijajah Belanda, Portugis, hingga Jepang. Dari situ, bangsa Indonesia memahami arti keadilan, solidaritas, dan pentingnya dukungan PBB pada masa awal kemerdekaan. - Dukungan untuk Palestina
Prabowo menegaskan dunia tidak bisa tinggal diam melihat tragedi kemanusiaan di Gaza. Ia menyerukan aksi nyata untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina. - Komitmen Solusi Dua Negara
Prabowo menyatakan Indonesia siap mengakui Israel jika Palestina merdeka, sesuai kerangka solusi dua negara. Menurutnya, perdamaian sejati hanya bisa tercapai dengan saling mengakui kedaulatan dan menjamin keamanan bersama. - Siap Kirim Pasukan Perdamaian
Indonesia siap mengerahkan 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau wilayah konflik lainnya jika diputuskan PBB. Indonesia juga berkomitmen berkontribusi secara finansial untuk misi perdamaian. - Bangga dengan Swasembada Beras
Prabowo menyebut Indonesia kini mencapai swasembada beras dan telah mengekspor ke sejumlah negara, termasuk mengirim beras untuk Palestina. Ia optimistis Indonesia akan menjadi lumbung beras dunia. - Soroti Krisis Iklim
Indonesia menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim. Prabowo mencontohkan kenaikan permukaan laut di Jakarta Utara yang mencapai 5 cm per tahun. Indonesia kini membangun tanggul raksasa sepanjang 480 km untuk melindungi wilayah pesisir. - Target Net Zero Emission
Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Program reboisasi 12 juta hektare, pengurangan degradasi hutan, dan penciptaan lapangan kerja hijau menjadi fokus utama menuju masa depan berkelanjutan.
Dengan pidato itu, Prabowo menegaskan tekad Indonesia untuk berdiri di garis depan dalam membela kemerdekaan, perdamaian, ketahanan pangan, serta solusi atas krisis global. [Red]









